Jakarta, 28 Agustus 2026 – Badan Gizi Nasional (BGN) menemukan sekitar 6 juta data penerima Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tercatat ganda. Temuan tersebut menjadi bagian dari proses pendataan ulang untuk memastikan bantuan diberikan kepada penerima yang tepat sekaligus menghindari pemborosan anggaran.
Selain menyisir data penerima, BGN juga memutuskan untuk mengecualikan sekitar 80 sekolah swasta elite dari program MBG. Sekolah-sekolah tersebut dinilai memiliki kemampuan ekonomi yang membuat siswanya tidak menjadi prioritas penerima program.
Enam Juta Data Penerima Ditemukan Ganda
Kepala BGN Sudaryono sebelumnya menjelaskan adanya sekitar 6 juta data yang harus dikurangi setelah proses verifikasi. Data ganda dapat muncul karena satu anak tercatat dalam lebih dari satu sistem pendataan.
Salah satu contohnya adalah siswa yang tercatat sebagai peserta didik di sekolah sekaligus terdaftar sebagai santri di pondok pesantren. Apabila data dari berbagai kementerian tidak disinkronkan, satu orang dapat muncul sebagai penerima manfaat lebih dari satu kali.
BGN kemudian melakukan penyisiran dan koordinasi data dengan sejumlah instansi agar identitas penerima dapat dicocokkan secara lebih akurat.
Data Antarinstansi Mulai Disinkronkan
Perbaikan data melibatkan koordinasi antara sejumlah kementerian dan lembaga, termasuk Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Agama, Kementerian Kesehatan, serta Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN.
Sinkronisasi diperlukan untuk memastikan seseorang hanya dihitung satu kali sebagai penerima MBG meskipun tercatat dalam beberapa lembaga pendidikan atau sistem administrasi.
Langkah tersebut diharapkan membuat jumlah penerima lebih akurat dan alokasi makanan dapat disesuaikan dengan kebutuhan sebenarnya.
80 Sekolah Swasta Elite Tak Lagi Dapat MBG
Selain menemukan data ganda, BGN juga melakukan penajaman sasaran penerima. Sekitar 80 sekolah swasta elite di seluruh Indonesia akan dikeluarkan dari daftar penerima MBG.
Sudaryono menyebut sekolah-sekolah tersebut dinilai tidak membutuhkan bantuan karena kondisi ekonomi peserta didiknya. Kebijakan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya menyesuaikan kebutuhan anggaran program.
Beberapa sekolah yang masuk kategori tersebut antara lain sekolah swasta dengan karakteristik pendidikan dan fasilitas yang dianggap menyasar kelompok ekonomi relatif mampu.
Anggaran MBG Ikut Menjadi Pertimbangan
Pendataan ulang penerima dilakukan di tengah pembahasan mengenai kebutuhan anggaran MBG. Setiap penerima yang dikeluarkan dari daftar berarti terdapat penyesuaian terhadap kebutuhan pembiayaan program.
BGN dan Kementerian Keuangan tengah membahas penyesuaian tersebut agar anggaran dapat diarahkan kepada kelompok yang benar-benar membutuhkan.
Dengan jumlah penerima yang lebih akurat, pemerintah dapat memperoleh gambaran kebutuhan program secara lebih realistis.
Program Diharapkan Lebih Tepat Sasaran
Penghapusan data ganda dan pengecualian sekolah elite menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan efektivitas MBG.
Program tersebut ditujukan untuk membantu pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat, terutama kelompok yang membutuhkan dukungan. Karena itu, ketepatan sasaran menjadi salah satu faktor penting dalam pelaksanaannya.
BGN juga berencana terus memperbarui basis data penerima seiring dengan perkembangan jumlah siswa dan kelompok penerima lainnya.
Daftar Sekolah Akan Diumumkan
BGN menyatakan daftar sekolah swasta elite yang tidak lagi mendapatkan MBG akan diumumkan kepada masyarakat. Informasi tersebut nantinya dapat dipantau melalui sistem pemantauan program MBG.
Kebijakan ini diharapkan memberikan kejelasan kepada sekolah dan masyarakat mengenai perubahan sasaran penerima.
Temuan 6 juta data penerima ganda dan pengecualian sekitar 80 sekolah swasta elite menunjukkan adanya penajaman sasaran dalam pelaksanaan MBG. Pemerintah kini berupaya memastikan program tersebut tidak hanya memiliki cakupan luas, tetapi juga menggunakan data yang akurat sehingga anggaran benar-benar diarahkan kepada kelompok yang membutuhkan.