Jakarta, 1 September 2026 – Presiden Rusia Vladimir Putin dan Perdana Menteri India Narendra Modi bertemu di sela-sela KTT Shanghai Cooperation Organisation (SCO) di Bishkek, Kirgizstan, dalam situasi hubungan internasional yang semakin kompleks. Pertemuan tersebut menjadi perhatian karena hubungan Rusia dan India tengah menghadapi tekanan dari berbagai arah, terutama akibat perang di Ukraina, kebijakan perdagangan, serta hubungan masing-masing negara dengan Amerika Serikat. Modi dalam pertemuan itu kembali menekankan pentingnya mengakhiri perang di Ukraina dan menyatakan dukungan India terhadap berbagai upaya perdamaian. Di sisi lain, Putin tetap berusaha mempertahankan hubungan strategis dengan New Delhi di tengah tekanan dan sanksi dari negara-negara Barat. Pertemuan kedua pemimpin tersebut menunjukkan bahwa hubungan Rusia-India masih memiliki kepentingan strategis yang kuat, meskipun sejumlah kepentingan kedua negara kini tidak selalu berada pada posisi yang sama.
Pertemuan di Bishkek berlangsung ketika India berada dalam posisi diplomatik yang cukup rumit. New Delhi selama ini mempertahankan hubungan erat dengan Moskow, termasuk melalui kerja sama energi, pertahanan, perdagangan, dan hubungan politik yang telah berlangsung selama puluhan tahun. Namun, India juga semakin memperluas hubungan ekonomi, teknologi, dan pertahanan dengan Amerika Serikat serta negara-negara Barat lainnya. Kondisi tersebut membuat India harus menjaga keseimbangan agar hubungan dengan Rusia tidak berkembang menjadi sumber ketegangan yang lebih besar dengan Washington. Bagi Modi, mempertahankan hubungan dengan Moskow tetap penting karena Rusia masih memiliki peran besar dalam memenuhi sejumlah kepentingan strategis India.
Salah satu isu paling menonjol dalam hubungan kedua negara adalah perdagangan energi. Setelah Rusia menginvasi Ukraina pada 2022 dan menghadapi berbagai sanksi Barat, India meningkatkan pembelian minyak Rusia dengan memanfaatkan harga yang relatif kompetitif. Kebijakan tersebut membantu India menjaga pasokan energi sekaligus memberikan keuntungan ekonomi bagi negara tersebut. Namun, pembelian minyak Rusia juga menjadi salah satu persoalan yang paling sering mendapat tekanan dari Amerika Serikat. Washington menginginkan negara-negara mitranya mengurangi ketergantungan terhadap energi Rusia, sementara New Delhi menegaskan bahwa kebutuhan energi nasional merupakan bagian penting dari pertimbangan kebijakannya.
Dalam pertemuan dengan Putin, Modi menyampaikan bahwa perang yang berkepanjangan di Ukraina harus segera diakhiri demi kepentingan kemanusiaan. Pernyataan tersebut memperlihatkan posisi India yang selama ini berupaya mendorong dialog dan diplomasi tanpa secara terbuka memutus hubungan dengan Moskow. India tidak mengambil sikap yang sepenuhnya sejalan dengan Rusia dalam persoalan Ukraina, tetapi juga tidak mengikuti seluruh kebijakan negara-negara Barat terhadap pemerintah Putin. Pendekatan tersebut menjadi bagian dari strategi diplomasi India yang berusaha mempertahankan ruang gerak di tengah persaingan kekuatan besar. Dengan posisi tersebut, New Delhi dapat tetap berbicara dengan Moskow sekaligus menjaga jalur komunikasi dengan Washington dan negara-negara lainnya.
Bagi Rusia, hubungan dengan India memiliki nilai penting yang semakin besar karena Moskow menghadapi tekanan ekonomi dan diplomatik dari Barat. India merupakan salah satu mitra utama Rusia di luar lingkungan negara-negara yang secara terbuka mendukung kebijakan Moskow. Hubungan perdagangan dan energi memberikan manfaat ekonomi bagi kedua pihak, sementara hubungan politik memungkinkan Rusia menunjukkan bahwa tekanan Barat tidak membuatnya kehilangan seluruh mitra strategis. Putin juga memiliki kepentingan untuk memastikan India tetap mempertahankan hubungan dekat dengan Rusia ketika Moskow semakin bergantung pada China dalam berbagai bidang. Karena itu, pertemuan dengan Modi dapat dipandang sebagai upaya mempertahankan kesinambungan hubungan yang telah dibangun dalam jangka panjang.
Persoalan lain yang mulai mengubah hubungan Rusia-India adalah semakin dekatnya Moskow dengan Beijing. Sejak perang Ukraina berlangsung, China menjadi salah satu mitra ekonomi terpenting Rusia dan memainkan peran besar dalam perdagangan Rusia. Kondisi tersebut memberikan keuntungan bagi Moskow, tetapi sekaligus menimbulkan pertanyaan di New Delhi mengenai posisi Rusia dalam keseimbangan kekuatan Asia. India memiliki hubungan yang kompleks dengan China, termasuk persoalan perbatasan dan persaingan strategis di kawasan Indo-Pasifik. Karena itu, semakin kuatnya hubungan Rusia-China menjadi salah satu faktor yang harus diperhitungkan India ketika menentukan arah kemitraannya dengan Moskow.
Kerja sama pertahanan juga menjadi bagian penting dalam hubungan kedua negara, meskipun arahnya mengalami perubahan dalam beberapa tahun terakhir. Rusia selama puluhan tahun menjadi salah satu pemasok utama peralatan militer India, tetapi New Delhi kini berusaha mengurangi ketergantungan terhadap satu negara dengan memperluas sumber pengadaan pertahanan. India juga semakin mendorong pengembangan industri pertahanan dalam negeri agar tidak selalu bergantung pada pembelian sistem persenjataan dari luar negeri. Perang di Ukraina turut memunculkan pertanyaan mengenai kemampuan Rusia memenuhi kebutuhan suku cadang, pengiriman peralatan, dan produksi sistem militer dalam jangka panjang. Meski demikian, perubahan tersebut tidak berarti hubungan pertahanan kedua negara berakhir karena Rusia masih memiliki teknologi dan sistem yang penting bagi kepentingan militer India.
Pertemuan Putin dan Modi juga berlangsung dalam momentum penting bagi SCO yang kini semakin menjadi ruang pertemuan negara-negara besar di kawasan Eurasia. Organisasi tersebut beranggotakan sejumlah negara dengan kepentingan politik dan ekonomi yang berbeda, sehingga tidak selalu memiliki posisi yang seragam dalam menghadapi persoalan global. India sendiri selama ini berhati-hati terhadap upaya menjadikan SCO sebagai blok yang secara terbuka berhadapan dengan Barat. New Delhi lebih memilih menggunakan forum tersebut untuk memperluas kerja sama ekonomi, keamanan, konektivitas, serta mempertahankan hubungan dengan berbagai kekuatan dunia. Kehadiran Modi dalam pertemuan dengan Putin memperlihatkan bahwa India masih melihat SCO sebagai salah satu saluran penting untuk menjalankan diplomasi strategisnya.
Di tengah perkembangan tersebut, hubungan Rusia-India tidak dapat lagi sepenuhnya dilihat dengan pola yang sama seperti sebelum perang Ukraina. Kepentingan energi justru semakin besar, sementara hubungan pertahanan mulai mengalami penyesuaian dan perdagangan kedua negara masih menghadapi sejumlah persoalan. India juga memiliki kepentingan untuk memperkuat hubungan dengan Amerika Serikat sebagai bagian dari strategi ekonominya dan untuk menghadapi dinamika keamanan di kawasan Indo-Pasifik. Pada saat yang sama, Rusia membutuhkan pasar, investasi, teknologi, dan mitra perdagangan yang dapat membantu menjaga stabilitas ekonominya. Kondisi tersebut membuat hubungan kedua negara tetap saling membutuhkan, tetapi bentuk kemitraannya menjadi semakin pragmatis dan berorientasi pada kepentingan masing-masing.
Pertemuan di Bishkek juga menjadi persiapan penting menuju agenda diplomatik berikutnya. Putin dijadwalkan menghadiri KTT BRICS di New Delhi pada September, sehingga kedua pemimpin masih memiliki kesempatan untuk membahas lebih jauh berbagai persoalan bilateral. Agenda mendatang dapat menjadi ruang untuk mengevaluasi perkembangan perdagangan, kerja sama energi, pertahanan, teknologi, serta mekanisme pembayaran yang selama ini menjadi perhatian kedua negara. India juga memiliki kepentingan untuk memastikan hubungan ekonominya dengan Rusia tetap berjalan tanpa menimbulkan gangguan yang lebih besar terhadap hubungan dengan negara-negara Barat. Sementara itu, Moskow akan berusaha mempertahankan posisi India sebagai salah satu mitra strategis utamanya di tengah perubahan konstelasi geopolitik.
Dengan demikian, pertemuan Putin dan Modi di KTT SCO tidak menunjukkan keretakan hubungan Rusia-India, tetapi memperlihatkan bahwa kemitraan kedua negara sedang menghadapi ujian yang lebih kompleks dibandingkan sebelumnya. India masih membutuhkan Rusia dalam sejumlah sektor strategis, sementara Moskow membutuhkan hubungan dengan New Delhi untuk mempertahankan pengaruh dan akses ekonomi di tengah tekanan Barat. Namun, meningkatnya kedekatan Rusia dengan China, tekanan Amerika Serikat terhadap pembelian energi Rusia, serta perubahan kebutuhan pertahanan India membuat hubungan tersebut harus terus menyesuaikan diri. Pernyataan Modi mengenai perang Ukraina juga memperlihatkan bahwa New Delhi tidak sepenuhnya mengikuti posisi Moskow dalam persoalan geopolitik. Perkembangan setelah pertemuan Bishkek dan agenda Putin di New Delhi nantinya akan menjadi salah satu indikator penting untuk melihat apakah hubungan Rusia-India mampu mempertahankan kekuatan lamanya sekaligus beradaptasi dengan perubahan keseimbangan kekuatan dunia.