Jakarta, 31 Agustus 2026 – Penggunaan lensa kontak lunak ketika seseorang berada di lingkungan yang dipenuhi asap kebakaran hutan sebaiknya dipertimbangkan kembali karena partikel asap dapat meningkatkan risiko iritasi pada permukaan mata. Asap kebakaran hutan mengandung partikel halus dan berbagai zat yang dapat mengganggu lapisan air mata, sehingga mata lebih mudah mengalami rasa perih, kering, merah, berair, atau terasa seperti kemasukan benda asing. Kondisi tersebut dapat menjadi lebih tidak nyaman ketika mata juga menggunakan lensa kontak karena partikel dari lingkungan dapat menempel pada permukaan lensa dan memperpanjang kontak dengan mata. Paparan asap sendiri diketahui dapat menyebabkan iritasi mata, bahkan pada orang yang sebelumnya tidak memiliki gangguan mata tertentu. Karena itu, mengurangi paparan asap dan memberikan waktu bagi mata untuk beristirahat menjadi langkah penting ketika kualitas udara memburuk.
Lensa kontak lunak bekerja dengan menempel pada permukaan kornea dan membutuhkan kondisi mata yang cukup lembap agar tetap nyaman digunakan. Ketika udara dipenuhi asap, lapisan air mata dapat mengalami gangguan sehingga permukaan mata menjadi lebih cepat kering. Partikel dan polutan di udara juga dapat memicu reaksi peradangan pada permukaan mata yang kemudian menimbulkan rasa terbakar, gatal, kemerahan, serta produksi air mata yang berlebihan. Pada pengguna lensa kontak, kondisi tersebut dapat terasa lebih mengganggu karena lensa berada langsung di atas permukaan kornea. Jika mata mulai terasa tidak nyaman ketika berada di tengah paparan asap, lensa kontak sebaiknya segera dilepas dan diganti dengan kacamata hingga kondisi lingkungan membaik.
Asap kebakaran hutan juga dapat membawa partikel berukuran sangat kecil yang sulit terlihat dengan mata telanjang. Partikel tersebut dapat masuk ke celah antara lensa dan permukaan mata sehingga menimbulkan sensasi mengganjal atau membuat mata semakin mudah berair. Penggunaan lensa dalam kondisi tersebut berpotensi memperburuk ketidaknyamanan karena partikel yang berada di permukaan lensa dapat terus bersentuhan dengan mata selama lensa masih digunakan. Sejumlah panduan kesehatan mata menyarankan untuk meminimalkan pemakaian lensa kontak ketika terjadi paparan asap dan menggunakan kacamata sebagai alternatif. Pengurangan waktu penggunaan lensa menjadi salah satu langkah sederhana yang dapat membantu mengurangi risiko iritasi selama kualitas udara sedang buruk.
Keluhan yang muncul akibat paparan asap dapat berbeda pada setiap orang. Sebagian orang mungkin hanya merasakan mata sedikit kering atau berair, sementara yang lain dapat mengalami rasa terbakar, kemerahan, gatal, dan penglihatan yang terasa buram. Asap juga dapat memperburuk kondisi mata yang sebelumnya sudah mudah mengalami kekeringan atau iritasi. Jika lensa kontak tetap digunakan ketika mata mulai menunjukkan gejala tersebut, rasa tidak nyaman dapat semakin meningkat dan aktivitas sehari-hari menjadi terganggu. Pengguna sebaiknya tidak memaksakan pemakaian lensa hanya karena masih dapat melihat dengan jelas, sebab kenyamanan dan kondisi permukaan mata tetap perlu menjadi pertimbangan utama.
Ketika kualitas udara memburuk akibat asap, perlindungan terhadap mata sebaiknya dilakukan bersamaan dengan upaya mengurangi paparan secara keseluruhan. Berada di dalam ruangan dengan kualitas udara yang lebih baik dapat membantu mengurangi jumlah partikel yang bersentuhan dengan mata. Kacamata dengan bentuk yang cukup menutup area sekitar mata juga dapat memberikan perlindungan tambahan ketika seseorang harus berada di luar ruangan. Air mata buatan dapat digunakan untuk membantu mengurangi keluhan mata kering atau iritasi, selama produk tersebut sesuai dengan kebutuhan pengguna. Mata juga sebaiknya tidak digosok ketika terasa gatal atau mengganjal karena tindakan tersebut dapat memperparah iritasi pada permukaan mata.
Bagi pengguna lensa kontak lunak, kebersihan juga menjadi perhatian penting ketika terjadi paparan asap. Lensa tidak seharusnya digunakan lebih lama dari durasi yang dianjurkan, terutama ketika mata sudah menunjukkan tanda-tanda iritasi. Jika lensa sekali pakai telah dilepas, pengguna sebaiknya tidak kembali memasangnya apabila kondisi mata masih tidak nyaman. Untuk lensa yang dapat digunakan kembali, prosedur pembersihan dan penyimpanan harus tetap mengikuti petunjuk perawatan yang berlaku. Kebiasaan mencuci tangan sebelum menyentuh lensa juga tetap penting karena mata yang sedang mengalami iritasi dapat menjadi lebih rentan terhadap masalah apabila kebersihan tidak dijaga dengan baik.
Situasi menjadi lebih perlu diperhatikan apabila setelah paparan asap muncul nyeri mata yang cukup berat, kemerahan yang semakin parah, sensitivitas terhadap cahaya, atau gangguan penglihatan yang tidak membaik. Penglihatan buram yang menetap tidak sebaiknya dianggap hanya sebagai efek sementara dari asap, terutama jika keluhan terus berlangsung setelah seseorang menjauh dari lingkungan yang tercemar. Paparan asap dapat mengganggu permukaan kornea dan menyebabkan masalah yang membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut apabila gejalanya menetap. Dalam kondisi seperti itu, pemeriksaan oleh dokter mata atau tenaga kesehatan yang kompeten diperlukan untuk mengetahui apakah terdapat gangguan pada permukaan mata. Penanganan lebih cepat dapat membantu mencegah keluhan berkembang menjadi masalah yang lebih serius.
Pada akhirnya, memakai lensa kontak lunak ketika udara dipenuhi asap kebakaran hutan bukan pilihan yang ideal, terutama apabila paparan berlangsung lama atau mata sudah mulai menunjukkan tanda iritasi. Mengganti lensa kontak dengan kacamata untuk sementara dapat menjadi pilihan yang lebih nyaman sekaligus mengurangi kemungkinan partikel asap menempel pada lensa dan memperburuk keluhan. Prioritas utama selama kondisi tersebut adalah mengurangi paparan asap, menjaga kelembapan mata, menghindari menggosok mata, serta memperhatikan perubahan pada penglihatan atau tingkat iritasi. Jika keluhan tidak segera membaik atau justru semakin berat, pemeriksaan mata perlu dilakukan untuk memastikan tidak terjadi gangguan yang lebih serius. Dengan mengambil langkah pencegahan sejak awal, pengguna lensa kontak dapat membantu menjaga kesehatan mata ketika harus menghadapi kondisi udara yang tercemar asap kebakaran hutan.