Samarinda, 5 September 2026 – Kapten Persija Jakarta Rizky Ridho menyambut positif pencabutan larangan kehadiran suporter tandang pada kompetisi sepak bola Indonesia musim 2026/2027. Perubahan regulasi tersebut membuat kelompok pendukung kembali mempunyai kesempatan mendampingi tim kesayangannya ketika bertanding di markas lawan, termasuk The Jakmania yang mendukung Persija. Ridho berharap kesempatan tersebut digunakan secara bertanggung jawab dengan menjaga ketertiban, keamanan, dan hubungan baik dengan kelompok suporter lainnya. Menurutnya, kembalinya suporter tandang seharusnya menjadi momentum menunjukkan kedewasaan pendukung sepak bola Indonesia. Ia tidak ingin kebijakan yang telah kembali dibuka justru terganggu oleh insiden yang merugikan klub maupun kompetisi. Pesan tersebut disampaikan menjelang pertandingan perdana Persija menghadapi Borneo FC di Samarinda.
Pencabutan larangan suporter tandang mulai diterapkan pada kompetisi Super League 2026/2027 setelah kebijakan pembatasan berlangsung selama sekitar empat tahun sejak Tragedi Kanjuruhan pada Oktober 2022. Operator kompetisi I.League sebelumnya memastikan kehadiran pendukung tim tamu kembali diperbolehkan setelah mendapatkan persetujuan dengan sejumlah persyaratan. Klub dan kelompok suporter tetap harus mengikuti ketentuan keamanan yang telah disiapkan agar kebijakan tersebut dapat berlangsung secara berkelanjutan. Penerapannya juga tidak berarti seluruh pertandingan otomatis dapat dihadiri pendukung tim tamu karena pertimbangan keamanan tetap menjadi faktor utama. Pertandingan dengan tingkat rivalitas tinggi masih dapat diberlakukan pembatasan berdasarkan hasil penilaian pihak terkait. Karena itu, perilaku suporter pada pertandingan-pertandingan awal musim menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan kebijakan baru tersebut.
Rizky Ridho secara khusus meminta The Jakmania memanfaatkan kesempatan mendampingi Persija dengan menunjukkan sikap positif. Ia berharap para pendukung Macan Kemayoran dapat hadir secara tertib dan membawa semangat persatuan untuk kemajuan sepak bola nasional. Kehadiran suporter menurutnya merupakan bagian penting dari atmosfer pertandingan, tetapi dukungan tersebut harus diberikan tanpa menimbulkan persoalan keamanan. Ridho berharap tidak terjadi insiden yang dapat merugikan kelompok suporter, klub, maupun kompetisi secara keseluruhan. Pemain berusia 24 tahun tersebut ingin perubahan regulasi menjadi awal terciptanya hubungan yang lebih harmonis antarkelompok pendukung. Dengan demikian, perjalanan tandang dapat kembali menjadi bagian normal dari sepak bola Indonesia.
Pesan itu semakin relevan karena Persija membuka perjalanan Super League 2026/2027 dengan pertandingan tandang menghadapi Borneo FC. Macan Kemayoran dijadwalkan bermain di Stadion Segiri, Samarinda, Sabtu malam, 5 September 2026. Dengan aturan baru, The Jakmania mempunyai kesempatan mendampingi tim secara langsung di kandang Pesut Etam selama memenuhi ketentuan yang berlaku. Ridho berharap pendukung Persija yang datang ke Samarinda mendapatkan sambutan baik dari suporter Borneo FC. Ia juga menginginkan prinsip yang sama diterapkan ketika Borneo FC nantinya menjalani pertandingan tandang di Jakarta. Hubungan timbal balik tersebut dinilai dapat membantu membangun budaya suporter yang lebih sehat di kompetisi nasional.
Ridho menekankan bahwa rasa saling menghormati harus menjadi landasan ketika kelompok suporter bertemu di stadion maupun di luar arena pertandingan. Rivalitas tetap menjadi bagian dari sepak bola karena mampu menciptakan atmosfer kompetitif dan memberikan warna tersendiri dalam pertandingan. Namun rivalitas tidak seharusnya berkembang menjadi konflik yang mengganggu keamanan. Suporter tuan rumah diharapkan dapat menerima pendukung tim tamu dengan baik, sementara kelompok yang melakukan perjalanan tandang juga harus menghormati aturan serta lingkungan yang dikunjungi. Pola tersebut diperlukan apabila sepak bola Indonesia ingin mempertahankan kebijakan kehadiran suporter tandang dalam jangka panjang. Keberhasilan penerapan aturan pada akhirnya sangat bergantung pada perilaku semua pihak yang terlibat.
I.League sebelumnya menjelaskan bahwa pencabutan larangan suporter tandang mendapatkan lampu hijau dengan sejumlah catatan yang harus dipenuhi. Operator kompetisi telah menyampaikan berbagai batasan dan ketentuan kepada klub agar kehadiran pendukung tim tamu dapat dikelola secara aman. Sistem pembelian tiket juga dipersiapkan untuk membantu mengatur jumlah dan identitas penonton yang menghadiri pertandingan. Meski demikian, pertandingan tertentu masih dapat ditutup bagi pendukung tim tamu apabila mempunyai tingkat risiko keamanan tinggi. Duel dengan rivalitas kuat seperti Persija melawan Persib Bandung maupun Persebaya Surabaya menghadapi Arema FC menjadi contoh pertandingan yang dapat memperoleh perlakuan khusus. Keputusan akhir tetap mempertimbangkan penilaian keamanan serta koordinasi antara operator, klub, dan kepolisian.
Kembalinya suporter tandang juga memberikan keuntungan tersendiri bagi pemain karena dukungan langsung dapat meningkatkan atmosfer ketika menjalani pertandingan jauh dari kandang. Selama beberapa musim sebelumnya, tim tamu harus menjalani banyak pertandingan tanpa kehadiran kelompok pendukungnya secara resmi. Situasi tersebut membuat atmosfer pertandingan berbeda karena tribun sebagian besar diisi pendukung tuan rumah. Bagi Persija, The Jakmania selama ini dikenal mempunyai peran besar dalam memberikan dukungan kepada pemain. Kesempatan kembali mendampingi tim dalam perjalanan tandang dapat memberikan energi tambahan, terutama dalam pertandingan dengan tekanan tinggi. Namun dukungan tersebut harus tetap berada dalam koridor regulasi agar tidak menghasilkan konsekuensi berupa sanksi terhadap klub maupun suporter.
Selain berbicara mengenai pendukung, Rizky Ridho juga menyoroti tantangan yang akan dihadapi Persija ketika melawan Borneo FC. Ia menyadari Pesut Etam merupakan salah satu tim kuat setelah menyelesaikan kompetisi musim 2025/2026 di posisi kedua. Borneo FC mengumpulkan 79 poin, jumlah yang sama dengan Persib Bandung yang akhirnya keluar sebagai juara karena unggul dalam perhitungan pertemuan kedua tim. Sementara Persija menutup musim lalu di peringkat ketiga dengan koleksi 71 poin. Catatan tersebut membuat pertandingan pembuka di Samarinda diperkirakan berlangsung kompetitif sejak menit awal. Ridho menegaskan Persija memilih fokus terhadap kesiapan sendiri daripada terlalu memikirkan kekuatan lawan.
Persija telah menjalani rangkaian program pramusim untuk mempersiapkan pemain menghadapi kompetisi baru. Ridho menilai seluruh pemain berada dalam kondisi siap untuk menjalankan strategi yang telah dipersiapkan tim pelatih. Pertandingan pertama dianggap penting karena dapat menentukan momentum pada fase awal kompetisi. Meski bermain di kandang Borneo FC bukan tugas mudah, Persija tetap memasang target memperoleh hasil maksimal. Ridho berharap seluruh materi yang diberikan selama persiapan dapat diterapkan secara efektif ketika pertandingan berlangsung. Kehadiran The Jakmania di tribun diharapkan semakin memberikan motivasi kepada para pemain untuk menunjukkan performa terbaik.
Pertandingan Persija melawan Borneo FC pada akhirnya bukan hanya menjadi ujian awal bagi kedua tim, tetapi juga menjadi salah satu momentum penerapan kembali kebijakan suporter tandang. Rizky Ridho berharap The Jakmania dan pendukung Borneo FC dapat memperlihatkan bahwa rivalitas pertandingan dapat berjalan berdampingan dengan sportivitas dan rasa saling menghormati. Keberhasilan menjaga keamanan akan menjadi contoh positif bagi pertandingan lainnya sepanjang musim 2026/2027. Sebaliknya, insiden yang melibatkan suporter berpotensi membuat kebijakan tersebut kembali dievaluasi. Karena itu, Ridho meminta seluruh pendukung memanfaatkan kesempatan ini untuk ikut membangun atmosfer sepak bola nasional yang lebih sehat. Bagi kapten Persija tersebut, dukungan kepada klub tetap dapat diberikan secara maksimal tanpa mengorbankan keamanan, ketertiban, dan persatuan antarsuporter.