Jakarta, 25 Oktober 2026 – Langkah pasangan ganda putri Indonesia, Rachel Allessya Rose dan Febi Setianingrum, harus terhenti pada babak semifinal French Open 2026. Rachel/Febi gagal melangkah ke partai puncak setelah dikalahkan pasangan unggulan pertama asal Jepang, Yuki Fukushima dan Mayu Matsumoto. Bertanding di Arena Grand Paris, Prancis, Sabtu (24/10/2026) malam WIB, wakil Indonesia tersebut menyerah melalui dua gim langsung dengan skor 18-21 dan 15-21. Pertandingan berlangsung selama 47 menit dengan persaingan ketat, terutama pada gim pembuka. Kekalahan ini sekaligus memastikan Indonesia tidak memiliki wakil pada pertandingan final sektor ganda putri turnamen BWF World Tour Super 750 tersebut.
Rachel/Febi sebenarnya mengawali pertandingan dengan penampilan meyakinkan ketika menghadapi pasangan Jepang yang lebih diunggulkan. Mereka langsung mengambil inisiatif serangan dan berhasil menciptakan keunggulan 5-1 pada awal gim pertama. Permainan agresif yang diperagakan pasangan Indonesia sempat menyulitkan Fukushima/Matsumoto dalam mengembangkan pola permainan. Meski pasangan Jepang berusaha mengejar ketertinggalan, Rachel/Febi masih mampu mempertahankan keunggulan tipis 11-10 saat interval. Kondisi tersebut membuka peluang bagi wakil Merah Putih untuk mengamankan gim pembuka.
Selepas interval, pertandingan berlangsung semakin sengit karena Fukushima/Matsumoto mulai menemukan ritme permainan terbaik mereka. Pasangan Jepang meningkatkan tekanan melalui pengembalian bola yang lebih terarah dan permainan cepat di depan net. Rachel/Febi sempat mempertahankan keunggulan hingga memasuki fase akhir gim pertama, tetapi lawan berhasil menyamakan kedudukan dan membalikkan keadaan menjadi 17-16. Persaingan kemudian berlangsung ketat ketika kedua pasangan saling memperebutkan poin penting. Namun, sejumlah kesalahan yang dilakukan Rachel/Febi memberikan keuntungan bagi pasangan Jepang yang akhirnya menutup gim pertama dengan kemenangan 21-18.
Memasuki gim kedua, Rachel/Febi kembali berusaha mengambil kendali pertandingan sejak awal. Mereka mampu memberikan tekanan dan sempat unggul 8-6 atas Fukushima/Matsumoto. Akan tetapi, keunggulan tersebut tidak bertahan lama setelah pasangan Jepang meningkatkan intensitas permainan. Fukushima/Matsumoto berhasil membalikkan kedudukan dan memasuki interval dengan keunggulan 11-8. Perubahan momentum tersebut membuat Rachel/Febi harus bekerja lebih keras untuk mengimbangi permainan lawan yang semakin konsisten.
Setelah interval gim kedua, Fukushima/Matsumoto tampil semakin dominan dengan memanfaatkan kesalahan pengembalian bola dari pasangan Indonesia. Mereka berhasil mengumpulkan tujuh poin beruntun untuk memperlebar keunggulan menjadi 13-8. Rachel/Febi berusaha memperkecil ketertinggalan melalui serangan dan permainan reli, tetapi pasangan Jepang mampu mempertahankan tekanan. Beberapa pukulan wakil Indonesia yang keluar dari lapangan turut memberikan tambahan angka bagi lawan. Fukushima/Matsumoto akhirnya memastikan kemenangan 21-15 sekaligus mengunci tiket menuju pertandingan final.
Sebelum menghadapi Fukushima/Matsumoto, Rachel/Febi menunjukkan perjuangan impresif pada babak perempat final French Open 2026. Mereka berhasil menyingkirkan pasangan Jepang lainnya, Hinata Suzuki dan Nao Yamakita, melalui pertandingan tiga gim dengan skor 18-21, 21-16, dan 21-16. Kemenangan tersebut menjadi bukti kemampuan pasangan Indonesia untuk bangkit setelah kehilangan gim pembuka. Rachel/Febi juga harus menjalani pertandingan panjang sebelum memastikan tempat di semifinal. Namun, menghadapi unggulan pertama pada babak empat besar, mereka belum mampu mempertahankan konsistensi permainan hingga akhir pertandingan.
Hasil semifinal tersebut membuat Fukushima/Matsumoto melangkah ke partai final untuk menghadapi pasangan Malaysia, Pearly Tan dan Thinaah Muralitharan. Pasangan Malaysia tersebut memastikan tiket final setelah mengalahkan wakil Jepang lainnya, Rin Iwanaga dan Kie Nakanishi, dengan skor 21-17 dan 22-20. Pertemuan Fukushima/Matsumoto melawan Pearly/Thinaah menjadi duel antara dua pasangan unggulan teratas dalam perebutan gelar ganda putri. Sementara itu, Rachel/Febi harus mengakhiri perjuangan mereka setelah mencapai babak empat besar. Hasil tersebut tetap menjadi pencapaian penting bagi pasangan Indonesia dalam menghadapi persaingan ketat di level internasional.
Kegagalan Rachel/Febi menembus final French Open 2026 menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas permainan pada turnamen berikutnya. Mereka telah memperlihatkan kemampuan bersaing dengan pasangan papan atas dunia, tetapi masih membutuhkan konsistensi dalam mempertahankan keunggulan dan menghadapi tekanan pada poin-poin penting. Pengalaman menghadapi Fukushima/Matsumoto dapat menjadi pelajaran berharga dalam memperbaiki koordinasi, pengambilan keputusan, dan ketahanan mental. Pencapaian semifinal juga menunjukkan bahwa Rachel/Febi memiliki potensi untuk terus berkembang di sektor ganda putri. Dengan evaluasi dan persiapan yang tepat, pasangan Indonesia tersebut diharapkan mampu kembali bersaing memperebutkan gelar pada turnamen internasional berikutnya.