New York, 23 September 2026 – Pemerintah Kanada mengumumkan bantuan internasional baru untuk Palestina di tengah berlanjutnya krisis kemanusiaan di Gaza dan memburuknya kondisi di Tepi Barat. Perdana Menteri Kanada Mark Carney mengatakan paket bantuan yang disiapkan mencapai 100 juta dolar Kanada atau sekitar Rp843 miliar. Pengumuman tersebut disampaikan Carney di sela Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Selasa, 22 September. Sebagian besar dana akan diarahkan untuk memenuhi kebutuhan kemanusiaan mendesak masyarakat Palestina. Sisanya digunakan untuk mendukung pembangunan kapasitas perdamaian dan keamanan.
Dari total 100 juta dolar Kanada tersebut, sebanyak 80 juta dolar Kanada dialokasikan untuk bantuan kemanusiaan. Dana itu ditujukan untuk membantu mengurangi penderitaan masyarakat yang terdampak konflik, khususnya di Gaza dan Tepi Barat. Sementara 20 juta dolar Kanada lainnya akan digunakan untuk mendukung pembangunan kapasitas perdamaian dan keamanan. Program tersebut termasuk tambahan dukungan terhadap inisiatif jangka panjang Kanada untuk melatih kepolisian Palestina di Tepi Barat. Pemerintah Kanada menyatakan bantuan itu merupakan bagian dari dukungan terhadap terciptanya kondisi menuju solusi dua negara.
Carney mengatakan masyarakat Palestina di Gaza masih menghadapi penderitaan kemanusiaan yang sangat besar. Dalam pernyataannya, ia juga menyinggung ancaman keamanan yang dihadapi masyarakat Israel dari Hamas serta Iran dan kelompok-kelompok sekutunya. Pemerintah Kanada menempatkan bantuan terbaru tersebut dalam kerangka yang lebih luas untuk mendorong stabilitas dan penyelesaian politik. Ottawa menilai bantuan kemanusiaan perlu berjalan bersamaan dengan pembangunan kapasitas institusi Palestina. Pendekatan itu diharapkan dapat membantu menjaga peluang penyelesaian berdasarkan solusi dua negara.
Bantuan yang diumumkan pada September menambah dukungan finansial yang sebelumnya telah diberikan Kanada. Pada Juni 2026, Menteri Luar Negeri Kanada Anita Anand mengumumkan tambahan 100 juta dolar Kanada untuk membantu masyarakat Palestina di Gaza dan Tepi Barat. Bantuan tersebut disalurkan melalui badan-badan PBB, Palang Merah dan Bulan Sabit Merah, serta organisasi nonpemerintah. Program mencakup layanan medis darurat, pangan dan nutrisi, air, sanitasi, tempat tinggal, hingga perlindungan masyarakat. Pada saat pengumuman Juni, total komitmen bantuan internasional Kanada untuk Palestina telah melampaui 500 juta dolar Kanada.
Dengan tambahan terbaru, laporan Kanada menyebut total bantuan yang telah dijanjikan Ottawa bagi warga Palestina sejak perang Israel-Gaza dimulai pada Oktober 2023 telah melampaui 600 juta dolar Kanada. Dukungan tersebut mencakup berbagai kebutuhan dasar sekaligus program pembangunan dan stabilisasi. Kanada juga menjadi salah satu negara donor bagi badan-badan internasional yang menjalankan kegiatan kemanusiaan di wilayah Palestina. Kondisi di Gaza tetap menjadi perhatian karena kebutuhan terhadap pangan, layanan kesehatan, air bersih, dan perlindungan masih tinggi. Pemerintah Kanada menyatakan dukungan internasional tetap diperlukan selama kebutuhan kemanusiaan tersebut berlangsung.
Selain bantuan keuangan, Carney menyampaikan rencana Kanada mengambil langkah terhadap barang-barang yang diproduksi di permukiman Israel di wilayah pendudukan. Kanada berniat menerapkan pembatasan perdagangan terhadap produk yang berasal dari permukiman tersebut. Kebijakan itu diumumkan bersama sejumlah negara lain yang mengambil langkah serupa. Carney juga mengkritik proyek permukiman E1 Israel yang dinilai dapat semakin mempersulit terwujudnya negara Palestina yang berkesinambungan secara geografis. Rencana pembatasan perdagangan menjadi bagian dari tekanan diplomatik yang disampaikan Kanada terkait perkembangan di Tepi Barat.
Situasi kemanusiaan menjadi salah satu dasar utama penyaluran bantuan tersebut. Data program bantuan Kanada mencatat Perserikatan Bangsa-Bangsa memperkirakan sekitar 3,62 juta orang membutuhkan bantuan penyelamatan jiwa di wilayah Palestina pada 2026. Di Gaza, fasilitas kesehatan menghadapi kerusakan berat dan keterbatasan tenaga, bahan bakar, serta pasokan medis. Kondisi kepadatan penduduk, sanitasi yang buruk, dan malnutrisi juga meningkatkan risiko penyakit menular. Sementara di Tepi Barat, kekerasan, pembatasan pergerakan, operasi militer, dan serangan pemukim turut memicu kebutuhan kemanusiaan.
Kanada selama ini menyalurkan bantuan melalui sejumlah mitra internasional. Dukungan kepada Program Pangan Dunia digunakan untuk memberikan bantuan pangan kepada kelompok yang mengalami kerawanan pangan serta membantu mengurangi risiko malnutrisi akut. Program lain bekerja melalui Organisasi Kesehatan Dunia untuk memperkuat akses terhadap layanan kesehatan dan pengadaan pasokan medis. Kanada juga mendukung Bulan Sabit Merah Palestina melalui Palang Merah Kanada untuk layanan ambulans, evakuasi medis, penanganan trauma, dan pengoperasian fasilitas kesehatan. Saluran melalui berbagai organisasi tersebut dimaksudkan agar bantuan dapat menjangkau kebutuhan yang berbeda di lapangan.
Paket bantuan terbaru diumumkan ketika isu Palestina kembali menjadi salah satu pembahasan utama dalam rangkaian Sidang Majelis Umum PBB. Sejumlah negara mendorong peningkatan akses bantuan kemanusiaan sekaligus langkah politik untuk mempertahankan prospek solusi dua negara. Kanada sendiri telah mengaitkan kebijakannya dengan kebutuhan memperkuat institusi Palestina dan menciptakan kondisi bagi penyelesaian politik. Dukungan terhadap kepolisian Palestina di Tepi Barat menjadi salah satu bagian dari pendekatan tersebut. Namun, pelaksanaan berbagai program tetap bergantung pada situasi keamanan serta akses organisasi kemanusiaan ke wilayah yang membutuhkan bantuan.
Dengan paket baru senilai 100 juta dolar Kanada, Ottawa kembali menegaskan dukungan kemanusiaannya bagi masyarakat Palestina sekaligus melanjutkan program pembangunan kapasitas keamanan. Sebanyak 80 persen dana diarahkan langsung untuk kebutuhan kemanusiaan, sedangkan 20 persen lainnya digunakan bagi program perdamaian dan keamanan. Pemerintah Kanada juga menyiapkan langkah perdagangan terhadap produk dari permukiman Israel di wilayah pendudukan. Bantuan terbaru menambah rangkaian pendanaan yang telah disalurkan Kanada melalui lembaga internasional sejak konflik meningkat pada 2023. Carney menyatakan kebijakan tersebut diarahkan untuk membantu masyarakat terdampak sekaligus mempertahankan kemungkinan terwujudnya solusi dua negara.