Jakarta, 9 September 2026 – Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan dirinya pernah secara langsung meminta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan kenaikan pangkat kepada anggota Polri yang berhasil mencatatkan prestasi di bidang olahraga. Cerita tersebut disampaikan Prabowo ketika memberikan pengarahan sekaligus melepas kontingen Indonesia yang akan berlaga pada Asian Games 2026 Aichi-Nagoya, Jepang, di Istana Negara, Jakarta, Rabu. Menurut Prabowo, atlet yang berhasil mengharumkan nama Indonesia selayaknya mendapatkan penghargaan nyata dari negara, termasuk percepatan karier bagi mereka yang berasal dari institusi TNI maupun Polri. Ia mencontohkan adanya seorang polisi wanita berpangkat AKBP yang memiliki prestasi dan telah cukup lama menunggu kenaikan pangkat. Prabowo mengaku kemudian berbicara kepada Kapolri agar prestasi tersebut dipertimbangkan untuk mendapatkan penghargaan berupa kenaikan pangkat. Kepala Negara menekankan pemerintah maupun pimpinan institusi tidak boleh pelit memberikan apresiasi kepada orang yang telah membawa kehormatan bagi bangsa.
Prabowo menyampaikan cerita tersebut ketika membahas bentuk penghargaan yang diberikan kepada atlet Indonesia setelah berhasil meraih prestasi dalam berbagai kompetisi internasional. Menurutnya, penghargaan tidak harus selalu berbentuk uang karena terdapat bentuk apresiasi lain yang dapat memberikan dampak jangka panjang terhadap kehidupan atlet. Bagi atlet yang berstatus anggota TNI atau Polri, misalnya, pencapaian olahraga dapat menjadi pertimbangan untuk mempercepat pendidikan, promosi jabatan, maupun kenaikan pangkat sesuai mekanisme yang berlaku. Hal serupa juga dapat diberikan kepada pelatih yang memiliki kontribusi besar terhadap keberhasilan atlet. Prabowo menilai prestasi di tingkat internasional membutuhkan pengorbanan panjang sehingga negara perlu memberikan penghormatan yang sepadan. Ia ingin para atlet merasakan bahwa perjuangan membawa nama Merah Putih benar-benar dihargai setelah mereka kembali dari arena pertandingan.
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga menyinggung atlet yang sebelumnya meraih medali perak dan perunggu dalam kompetisi internasional. Menurutnya, prestasi mereka tetap memiliki nilai besar dan tidak boleh hanya mendapatkan perhatian ketika berhasil meraih medali emas. Pemerintah ingin karier para atlet berprestasi dapat dipercepat sesuai kapasitas dan institusi masing-masing. Prabowo mengatakan dirinya mendapatkan laporan bahwa terdapat atlet maupun pelatih yang telah bertahun-tahun belum memperoleh kenaikan pangkat meskipun memiliki kontribusi terhadap prestasi olahraga nasional. Situasi tersebut menurutnya perlu menjadi perhatian para pimpinan institusi. Dari pengalaman itulah Prabowo kemudian menceritakan dirinya pernah membisikkan kepada Kapolri agar anggota kepolisian yang memiliki prestasi olahraga diberikan penghargaan yang layak.
Prinsip tersebut bukan pertama kali disampaikan Prabowo kepada pimpinan TNI dan Polri. Ketika memberikan penghargaan kepada atlet Indonesia yang tampil pada SEA Games 2025 Thailand pada Januari lalu, Prabowo juga menanyakan secara langsung mengenai perkembangan karier sejumlah atlet yang berasal dari institusi militer. Ia bahkan meminta Panglima TNI memperhatikan atlet berkuda dari unsur TNI yang menunjukkan perjuangan luar biasa ketika bertanding. Prabowo menilai keberanian dan pengorbanan atlet dalam membawa nama negara harus diterjemahkan menjadi penghargaan konkret. Pada kesempatan yang sama, ia menyoroti lifter Rizki Juniansyah yang sebelumnya direkrut menjadi anggota TNI dengan pangkat Letnan Dua setelah meraih emas Olimpiade. Setelah kembali meraih emas SEA Games sekaligus memecahkan rekor dunia, Rizki mendapatkan kenaikan pangkat dua tingkat menjadi Kapten.
Polri sendiri sebelumnya telah memberikan penghargaan kepada puluhan personel yang mencatat prestasi pada SEA Games 2025. Kapolri memberikan apresiasi kepada 38 personel Polri yang berhasil memperoleh medali dalam berbagai cabang olahraga. Bentuk penghargaan yang diberikan tidak hanya berupa kenaikan pangkat, tetapi juga kesempatan mengikuti pendidikan dan promosi jabatan. Kebijakan tersebut menunjukkan prestasi olahraga dapat menjadi bagian dari pertimbangan pembinaan karier personel sepanjang memenuhi ketentuan yang berlaku. Bagi Prabowo, mekanisme semacam itu perlu dipertahankan agar personel yang membawa nama Indonesia dalam kompetisi internasional memiliki motivasi untuk terus berkembang. Penghargaan juga diharapkan memberikan pesan kepada anggota lain bahwa pencapaian di luar tugas utama yang memberikan kehormatan kepada negara tetap mendapatkan perhatian institusi.
Prabowo mengatakan pemerintah ingin mengubah kebiasaan yang menurutnya terkadang lebih mudah mengingat kesalahan seseorang dibandingkan kebaikan dan prestasinya. Ia menggunakan pengalaman selama berada di lingkungan militer untuk menggambarkan bagaimana kesalahan bawahan dapat terus diingat, sementara keberhasilan terkadang cepat dilupakan. Pola tersebut menurutnya perlu diubah dengan membangun budaya penghargaan yang lebih kuat. Ketika seseorang melakukan pekerjaan baik dan memberikan prestasi bagi negara, pencapaian tersebut harus dicatat dan diberikan penghormatan. Sebaliknya, pemberian penghargaan tetap harus dilakukan secara proporsional sehingga tidak menghilangkan standar profesionalisme di dalam institusi. Prabowo berharap pendekatan tersebut menciptakan lingkungan yang membuat atlet maupun pelatih semakin termotivasi memberikan kemampuan terbaiknya.
Pesan itu menjadi semakin relevan menjelang keberangkatan kontingen Indonesia menuju Asian Games 2026. Indonesia mengirimkan 432 atlet yang akan bertanding dalam 35 cabang olahraga pada pesta olahraga terbesar di Asia tersebut. Prabowo mengingatkan bahwa kesempatan menjadi bagian dari kontingen nasional merupakan kehormatan besar karena hanya sebagian kecil dari ratusan juta penduduk Indonesia yang mampu memenuhi kualifikasi untuk mewakili negara. Para atlet diminta memahami bahwa mereka tidak hanya bertanding untuk mengejar prestasi pribadi, tetapi membawa nama dan kehormatan bangsa. Pemerintah karena itu menyiapkan penghargaan sebagai bentuk apresiasi terhadap perjuangan mereka. Selain atlet, pelatih dan seluruh unsur pendukung yang berkontribusi terhadap keberhasilan kontingen juga akan mendapatkan perhatian.
Salah satu bentuk penghargaan yang diumumkan Prabowo adalah bonus sebesar Rp3 miliar bagi atlet Indonesia yang berhasil meraih medali emas Asian Games 2026. Nominal tersebut meningkat signifikan dibandingkan bonus Rp1 miliar yang diberikan kepada peraih emas SEA Games. Prabowo mengatakan perbedaan tersebut mempertimbangkan tingkat kompetisi Asian Games yang jauh lebih tinggi karena atlet Indonesia harus berhadapan dengan kekuatan olahraga utama Asia. Untuk peraih medali perak dan perunggu, Prabowo belum menyebutkan secara terperinci nominal bonus yang akan diberikan. Namun, ia memastikan prestasi mereka tidak akan diabaikan dan pemerintah akan memberikan penghargaan sesuai pencapaian. Percepatan karier bagi atlet yang bekerja di lembaga pemerintahan, TNI, maupun Polri menjadi salah satu bentuk apresiasi yang kembali disinggung Presiden.
Asian Games 2026 akan berlangsung di Aichi-Nagoya, Jepang, pada 19 September hingga 4 Oktober. Kontingen Indonesia akan menghadapi persaingan berat dari negara-negara yang memiliki tradisi olahraga kuat seperti China, Jepang, Korea Selatan, India, Iran, dan sejumlah kekuatan Asia lainnya. Pemerintah tidak hanya menargetkan perolehan medali, tetapi juga ingin memastikan atlet memiliki dukungan maksimal sejak persiapan hingga pertandingan. Prabowo meminta para atlet menjaga semangat, disiplin, dan kepercayaan diri ketika menghadapi lawan. Menurutnya, keberanian serta mental bertanding menjadi bagian penting karena kualitas teknis saja tidak selalu cukup dalam kompetisi tingkat tinggi. Ia juga mengingatkan para atlet bahwa masyarakat Indonesia akan memberikan dukungan terhadap perjuangan mereka selama membawa Merah Putih.
Cerita Prabowo mengenai permintaannya kepada Kapolri akhirnya menjadi bagian dari pesan yang lebih luas mengenai penghargaan negara terhadap prestasi. Presiden ingin atlet yang berhasil di arena internasional memiliki masa depan dan jalur karier yang semakin baik setelah menyelesaikan pertandingan. Kenaikan pangkat bagi personel Polri atau TNI bukan dimaksudkan sebagai satu-satunya bentuk apresiasi, tetapi menjadi contoh bagaimana institusi dapat memberikan penghargaan konkret sesuai bidang dan status masing-masing atlet. Pemerintah juga ingin pelatih yang bekerja di belakang keberhasilan atlet mendapatkan perlakuan serupa dan tidak terlupakan ketika medali berhasil diraih. Prabowo berharap budaya memberikan penghormatan terhadap prestasi dapat menjadi motivasi tambahan bagi kontingen Indonesia menjelang Asian Games Aichi-Nagoya. Dengan dukungan tersebut, para atlet diharapkan dapat bertanding tanpa ragu dan memberikan kemampuan terbaik untuk membawa pulang prestasi bagi Indonesia.