Depok, 10 September 2026 – MNC Sekuritas terus mendorong peningkatan literasi pasar modal di kalangan generasi muda, termasuk mahasiswa Jakarta Global University (JGU). Edukasi investasi diarahkan agar mahasiswa tidak sekadar mengenal saham atau reksa dana sebagai instrumen untuk mencari keuntungan, tetapi juga memahami cara mengelola keuangan, menentukan tujuan, serta memperhitungkan risiko sebelum menempatkan dana. Pendekatan tersebut dinilai penting karena akses terhadap berbagai produk investasi kini semakin mudah melalui platform digital. Kemudahan itu perlu diimbangi pengetahuan agar mahasiswa tidak mengambil keputusan hanya berdasarkan tren maupun informasi yang beredar di media sosial. Literasi keuangan sejak masa kuliah diharapkan dapat membentuk kebiasaan finansial yang lebih sehat untuk jangka panjang.
Edukasi kepada mahasiswa menjadi bagian dari upaya MNC Sekuritas memperluas pemahaman pasar modal di lingkungan pendidikan. Perusahaan selama ini menjalin kolaborasi dengan berbagai perguruan tinggi melalui kegiatan seminar, workshop, Galeri Investasi hingga pelatihan pasar modal. Jakarta Global University termasuk kampus yang sebelumnya telah bekerja sama dalam kegiatan edukasi investasi. Kolaborasi tersebut memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memperoleh pengetahuan langsung dari praktisi industri. Materi yang diberikan tidak hanya membahas teori, tetapi juga cara menghadapi kondisi pasar dan memilih instrumen sesuai kebutuhan.
Langkah pertama yang perlu dipahami mahasiswa sebelum berinvestasi adalah mengatur arus keuangan pribadi. Dana untuk kebutuhan pokok seperti makan, transportasi, biaya pendidikan, tempat tinggal maupun kebutuhan rutin lainnya sebaiknya tidak digunakan untuk mengejar keuntungan investasi. Mahasiswa juga perlu memahami perbedaan antara uang yang akan digunakan dalam waktu dekat dan dana yang memang dapat ditempatkan untuk jangka lebih panjang. Dengan pembagian tersebut, keputusan investasi tidak mengganggu kebutuhan sehari-hari. Kebiasaan membuat anggaran sederhana dapat menjadi fondasi sebelum seseorang mulai membeli instrumen pasar modal.
Dana darurat juga menjadi bagian penting dalam perencanaan keuangan. Keberadaan cadangan dana membantu seseorang menghadapi kebutuhan tidak terduga tanpa harus terburu-buru menjual investasi. Bagi mahasiswa, besarnya dana yang dapat disisihkan tentu berbeda tergantung kondisi keuangan masing-masing. Karena itu, investasi tidak harus dimulai dengan nominal besar atau mengikuti kemampuan orang lain. Konsistensi dan pemahaman terhadap tujuan justru lebih penting dibandingkan sekadar mengejar jumlah investasi dalam waktu singkat.
Setelah kondisi keuangan lebih tertata, mahasiswa dapat mulai mengenali berbagai instrumen yang tersedia. Pasar modal menawarkan saham, obligasi, reksa dana dan sejumlah produk lain dengan karakter risiko serta potensi hasil yang berbeda. Saham memberikan kepemilikan terhadap perusahaan tetapi nilainya dapat berfluktuasi cukup besar mengikuti kondisi perusahaan dan pasar. Reksa dana memungkinkan dana investor dikelola dalam portofolio tertentu sesuai jenis produknya. Sementara instrumen pendapatan tetap mempunyai karakter yang berbeda sehingga pemilihannya harus disesuaikan dengan tujuan, jangka waktu dan toleransi risiko.
Pemahaman mengenai risiko menjadi salah satu bagian terpenting bagi investor pemula. Potensi keuntungan yang lebih tinggi umumnya diikuti risiko yang juga perlu diperhitungkan. Karena itu, mahasiswa tidak disarankan membeli suatu aset hanya karena harganya sedang naik atau ramai dibicarakan. Keputusan sebaiknya didasarkan pada informasi yang dapat dipertanggungjawabkan serta pemahaman terhadap produk yang dibeli. Prinsip sederhana untuk tidak menempatkan uang pada instrumen yang belum dipahami dapat membantu mengurangi keputusan impulsif.
Mahasiswa juga perlu berhati-hati terhadap fenomena takut ketinggalan atau fear of missing out yang semakin mudah muncul di era media sosial. Informasi mengenai seseorang yang mendapatkan keuntungan besar dalam waktu singkat dapat menciptakan kesan bahwa investasi merupakan jalan cepat memperoleh uang. Padahal, setiap keputusan investasi mempunyai risiko kerugian dan hasil masa lalu tidak menjamin keuntungan serupa pada masa mendatang. Konten di media sosial juga tidak selalu menjelaskan keseluruhan risiko di balik sebuah transaksi. Investor pemula karena itu perlu memeriksa informasi sebelum mengambil keputusan menggunakan uang pribadi.
MNC Sekuritas juga mendorong pemanfaatan teknologi sebagai sarana pembelajaran pasar modal. Melalui platform perdagangan digital, investor dapat mengakses informasi mengenai saham dan melakukan transaksi secara daring. Namun, kemudahan teknologi tetap perlu digunakan secara bertanggung jawab. Mahasiswa sebaiknya tidak memperlakukan aplikasi investasi seperti permainan yang mendorong transaksi terus-menerus tanpa perhitungan. Setiap pembelian perlu memiliki alasan dan tujuan yang jelas sehingga keputusan tidak hanya dipengaruhi pergerakan harga dalam jangka sangat pendek.
Strategi lain yang dapat dipelajari mahasiswa adalah diversifikasi atau membagi penempatan dana pada beberapa aset. Diversifikasi bertujuan mengurangi ketergantungan portofolio terhadap satu instrumen atau perusahaan. Ketika seluruh dana ditempatkan pada satu aset, perubahan besar pada aset tersebut dapat memberikan dampak langsung terhadap keseluruhan investasi. Meski demikian, diversifikasi juga tidak berarti membeli sebanyak mungkin produk tanpa memahami karakter masing-masing. Komposisi portofolio tetap perlu disesuaikan dengan kemampuan finansial, tujuan dan profil risiko investor.
Kolaborasi antara industri pasar modal dan perguruan tinggi menjadi semakin relevan seiring bertambahnya minat generasi muda terhadap investasi. Pada Agustus 2026, Bursa Efek Indonesia dan MNC Sekuritas meresmikan 23 Galeri Investasi secara serentak. Penambahan tersebut membuat jaringan MNC Sekuritas mencakup 137 Galeri Investasi dengan berbagai kategori, mulai dari konvensional, syariah, digital hingga edukasi. Galeri Investasi dirancang sebagai sarana agar masyarakat, khususnya mahasiswa, mempunyai akses lebih dekat terhadap informasi dan pembelajaran pasar modal. Keberadaannya di lingkungan pendidikan diharapkan membuat mahasiswa dapat belajar sebelum benar-benar mengambil keputusan investasi menggunakan dana sendiri.
Jakarta Global University sendiri telah beberapa kali mengadakan kegiatan literasi keuangan bersama pelaku industri. Melalui Career and Entrepreneurship Development Center, kampus tersebut sebelumnya menggelar Workshop Investor Cerdas bersama MNC Sekuritas dan Bursa Efek Indonesia. Kegiatan lainnya bertajuk Having Fund – Investor dari Masa Depan juga diselenggarakan bersama MNC Sekuritas dan Avrist Asset Management. Materi yang diberikan mencakup pengenalan instrumen investasi, pengelolaan aset finansial hingga pentingnya membangun kebiasaan keuangan sehat sejak dini. Interaksi langsung dengan praktisi memberikan ruang kepada mahasiswa untuk memahami risiko dan peluang investasi secara lebih realistis.
Edukasi investasi pada akhirnya tidak ditujukan untuk mendorong mahasiswa segera menempatkan seluruh uang yang dimiliki ke pasar modal. Tujuan yang lebih penting adalah membangun kemampuan mengambil keputusan keuangan secara rasional dan memahami konsekuensi setiap pilihan. Mahasiswa dapat memulainya dengan mengatur pengeluaran, membangun dana cadangan, menentukan tujuan finansial, mempelajari instrumen, memahami profil risiko, serta menggunakan perusahaan dan platform investasi yang memiliki legalitas jelas. Investasi kemudian dapat dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan tanpa harus mengikuti nominal maupun strategi orang lain. Dengan pemahaman tersebut, kolaborasi MNC Sekuritas dan lingkungan pendidikan seperti Jakarta Global University diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang tidak hanya tertarik berinvestasi, tetapi juga lebih cerdas dan bertanggung jawab dalam mengelola keuangannya.