Jakarta, 11 Mei 2026 – Penataan kawasan halaman Gedung Sate yang tengah menjadi perhatian publik dipastikan tidak akan menghilangkan Jalan Diponegoro sebagai salah satu akses penting di Kota Bandung. Pernyataan tersebut disampaikan KDM untuk menjawab kekhawatiran masyarakat terkait rencana penataan kawasan sekitar Gedung Sate yang belakangan ramai diperbincangkan di media sosial maupun di tengah warga setempat.
Menurut KDM, proyek penataan dilakukan untuk mempercantik kawasan sekaligus meningkatkan kenyamanan ruang publik tanpa mengganggu fungsi utama jalan yang selama ini menjadi jalur vital aktivitas masyarakat. Jalan Diponegoro disebut tetap dipertahankan karena memiliki peran penting dalam mobilitas kendaraan dan konektivitas kawasan pusat pemerintahan serta area perkotaan di sekitarnya. Penataan yang dilakukan lebih difokuskan pada pengaturan ruang terbuka, pedestrian, penghijauan, dan estetika kawasan agar terlihat lebih tertata dan modern.
Gedung Sate sendiri merupakan salah satu ikon bersejarah Jawa Barat yang memiliki nilai budaya dan arsitektur tinggi. Karena itu, setiap rencana perubahan atau penataan di sekitar kawasan tersebut selalu mendapat perhatian besar dari masyarakat. Banyak warga berharap penataan tetap mempertahankan identitas sejarah dan karakter kawasan tanpa mengurangi fungsi ruang publik maupun akses jalan yang sudah digunakan masyarakat selama bertahun-tahun.
Pengamat tata kota menilai penataan kawasan perkotaan memang perlu dilakukan untuk meningkatkan kualitas lingkungan dan kenyamanan masyarakat, terutama di area pusat pemerintahan dan destinasi wisata kota. Namun, proses perencanaan juga harus memperhatikan aspek mobilitas, aksesibilitas, serta kebutuhan masyarakat agar tidak menimbulkan persoalan baru di kemudian hari. Komunikasi yang terbuka kepada publik dinilai penting agar masyarakat memahami tujuan dan konsep penataan yang sedang dilakukan pemerintah daerah.
Rencana penataan halaman Gedung Sate diperkirakan masih akan terus menjadi perhatian publik seiring proses pembangunan dan pembahasan yang berjalan. Banyak masyarakat berharap kawasan tersebut nantinya dapat menjadi ruang publik yang lebih nyaman, indah, dan ramah bagi warga tanpa menghilangkan fungsi jalan maupun nilai sejarah yang melekat pada Gedung Sate sebagai salah satu landmark penting di Kota Bandung.