Jakarta, 8 September 2026 – Andrew Andika mengungkap alasan dirinya tetap berusaha menjaga hubungan baik dengan mantan istrinya, Tengku Dewi Putri, meskipun rumah tangga mereka telah berakhir sejak hampir dua tahun lalu. Aktor berusia 39 tahun tersebut menyebut keberadaan dua anak menjadi alasan utama komunikasi dengan sang mantan tetap harus berjalan. Menurut Andrew, perceraian seharusnya tidak membuat tanggung jawab sebagai ayah dan ibu ikut berakhir. Ia tidak ingin persoalan maupun ego orang dewasa justru memberikan dampak negatif terhadap kehidupan anak-anak. Karena itu, Andrew memilih menempatkan kepentingan buah hati sebagai prioritas dalam hubungannya dengan Tengku Dewi.
Andrew mengatakan komunikasi dengan Tengku Dewi saat ini sudah berjalan dengan baik. Kondisi tersebut berbeda dengan beberapa periode sebelumnya ketika hubungan keduanya sempat diwarnai ketegangan setelah perceraian. Bagi Andrew, komunikasi tetap diperlukan karena mereka memiliki dua anak yang membutuhkan perhatian dari kedua orang tuanya. Ia menyadari status sebagai mantan suami dan istri tidak menghapus peran mereka sebagai orang tua. Komunikasi yang sehat dianggap menjadi salah satu cara agar kebutuhan dan perkembangan anak tetap dapat diperhatikan bersama.
Menurut Andrew, anak-anak tidak seharusnya menjadi korban dari persoalan yang terjadi di antara orang tua. Meski sebuah pernikahan berakhir, anak tetap membutuhkan kehadiran figur ayah maupun ibu dalam proses tumbuh kembangnya. Prinsip tersebut membuat Andrew berusaha memisahkan persoalan masa lalu dengan tanggung jawabnya sebagai seorang ayah. Ia juga tidak ingin konflik yang pernah terjadi terus terbawa hingga mengganggu hubungan keluarga setelah perceraian. Baginya, menjaga situasi tetap kondusif merupakan pilihan yang lebih baik untuk kepentingan kedua anaknya.
Hubungan Andrew dan Tengku Dewi memang sempat mengalami pasang surut setelah keduanya resmi berpisah. Pada Oktober 2025, Andrew bahkan pernah mengungkap bahwa komunikasi dengan mantan istrinya terputus dan dirinya mengalami kesulitan untuk bertemu anak-anak. Pada periode tersebut, keduanya juga sempat berbeda pandangan mengenai pemenuhan kebutuhan serta akses terhadap buah hati. Persoalan tersebut kemudian berkembang menjadi pembicaraan publik setelah masing-masing pihak menyampaikan pandangannya. Namun, kondisi hubungan mereka perlahan mengalami perubahan seiring berjalannya waktu.
Pada awal 2026, Tengku Dewi juga pernah mengungkap adanya perkembangan positif dalam hubungan Andrew dengan anak-anak. Ia menilai mantan suaminya mulai menunjukkan sikap yang lebih baik ketika berkaitan dengan kebutuhan buah hati. Tengku Dewi bahkan menyebut dirinya dapat menitipkan anak kepada Andrew ketika harus menjalani pekerjaan. Meski komunikasi ketika itu masih dilakukan secara terbatas dan sebagian melalui pengasuh, perubahan tersebut menjadi tanda bahwa pola pengasuhan bersama mulai menemukan bentuk yang lebih kondusif. Tengku Dewi sendiri menegaskan telah melanjutkan kehidupannya dan memilih tidak lagi menaruh ekspektasi berlebihan terhadap hubungan personal dengan Andrew.
Andrew dan Tengku Dewi resmi bercerai berdasarkan putusan Pengadilan Agama Cibinong pada 18 Desember 2024. Perceraian tersebut mengakhiri pernikahan mereka yang telah berjalan sejak 2017. Dalam putusan pengadilan, hak asuh kedua anak diberikan kepada Tengku Dewi, sementara Andrew memiliki kewajiban memberikan nafkah untuk kebutuhan buah hati mereka. Perpisahan tersebut sebelumnya melewati perjalanan rumah tangga yang cukup panjang dan sempat menjadi perhatian publik. Meski hubungan sebagai pasangan berakhir, keduanya tetap terikat tanggung jawab bersama dalam membesarkan anak.
Dari pernikahan tersebut, Andrew dan Tengku Dewi dikaruniai dua orang anak, yakni Eshan Rayn Fischer dan Zeya Savanna Luv. Kehadiran kedua buah hati itu pula yang membuat hubungan keduanya tidak benar-benar dapat terputus setelah perceraian. Berbagai kebutuhan mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga perkembangan emosional anak membutuhkan koordinasi antara kedua orang tua. Andrew memahami dirinya tetap mempunyai peranan penting meskipun anak-anak berada dalam pengasuhan Tengku Dewi. Ia pun berusaha mempertahankan kedekatan dengan buah hati melalui waktu yang dapat mereka habiskan bersama.
Dalam beberapa kesempatan sebelumnya, Andrew juga memperlihatkan bahwa aktivitas sederhana bersama anak memiliki arti penting baginya. Ia pernah menceritakan kebahagiaannya ketika mendapatkan kesempatan mengantar anak ke sekolah maupun menjalankan kegiatan keagamaan bersama. Momen semacam itu dianggap menjadi kesempatan mempertahankan kedekatan setelah struktur keluarga berubah akibat perceraian. Bagi seorang anak, keberadaan orang tua secara konsisten dapat menjadi bagian penting dalam memberikan rasa aman. Andrew karena itu ingin tetap terlibat dalam kehidupan buah hatinya sesuai kesempatan dan tanggung jawab yang dimiliki.
Keputusan menjaga hubungan baik juga memperlihatkan adanya perubahan dibandingkan situasi yang sempat memanas setelah perceraian. Andrew dan Tengku Dewi sebelumnya beberapa kali terlibat perbedaan pandangan yang kemudian diketahui publik, terutama berkaitan dengan pengasuhan dan pemenuhan kebutuhan anak. Andrew kini memilih agar persoalan tersebut tidak terus berkembang menjadi konflik berkepanjangan. Ia menilai komunikasi merupakan jalan yang perlu dipertahankan karena mereka akan tetap menjadi orang tua bagi anak-anak meskipun masing-masing telah menjalani kehidupan pribadi yang berbeda. Hubungan yang lebih tenang diharapkan membuat kedua pihak dapat lebih mudah membicarakan kebutuhan buah hati.
Bagi Andrew, perceraian pada akhirnya hanya mengubah status hubungan dengan Tengku Dewi dan bukan mengakhiri kewajibannya sebagai ayah. Setelah melalui periode hubungan yang sempat tidak harmonis, komunikasi yang kembali berjalan menjadi perkembangan penting dalam pola pengasuhan mereka. Andrew memilih menjadikan kepentingan anak sebagai alasan untuk mempertahankan hubungan yang lebih baik dengan mantan istrinya. Ia berharap kedua buah hati tetap dapat merasakan perhatian dari ayah dan ibu tanpa harus terbebani konflik masa lalu. Sikap tersebut menjadi dasar Andrew dan Tengku Dewi untuk membangun hubungan baru sebagai dua orang tua yang sama-sama memiliki tanggung jawab terhadap tumbuh kembang anak.