Jakarta, 26 Mei 2026 – Kasus penganiayaan yang menewaskan seorang warga negara Brunei Darussalam di kawasan Blok M, Jakarta Selatan, menjadi perhatian publik setelah polisi menangkap terduga pelaku yang diketahui merupakan selebgram bernama Mohamad Irman Ali atau dikenal sebagai Woodyrman. Peristiwa tersebut terjadi setelah korban dan pelaku terlibat cekcok yang berujung aksi kekerasan menggunakan botol kaca. Dalam video yang beredar di media sosial, situasi sempat memanas ketika keduanya saling beradu argumen sebelum korban akhirnya terjatuh usai dipukul di bagian kepala. Pengamat kriminalitas menjelaskan bahwa konflik spontan di tempat hiburan dan ruang publik pada malam hari sering kali berkembang menjadi tindak kekerasan serius apabila emosi tidak terkendali dan dipengaruhi faktor lingkungan sekitar.
Menurut keterangan pihak kepolisian, kejadian berlangsung di area sekitar pintu masuk Blok M Hub, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada dini hari. Polisi menyebut pelaku datang bersama rekannya sambil membawa paper bag yang diduga berisi botol kaca sebelum menghampiri korban dan terlibat pertengkaran. Dalam proses cekcok tersebut, pelaku diduga memukul korban menggunakan botol hingga korban terkapar di lokasi kejadian. Pengamat hukum pidana menjelaskan bahwa penganiayaan yang menyebabkan kematian dapat dikenakan pasal pidana berat karena termasuk tindak kekerasan yang berdampak fatal terhadap nyawa seseorang.
Korban sempat mendapatkan perawatan medis setelah dibawa ke rumah sakit akibat luka serius yang dialaminya. Namun beberapa hari kemudian kondisi korban dilaporkan memburuk hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia. Pengamat kesehatan forensik menjelaskan bahwa benturan keras di bagian kepala memiliki risiko sangat tinggi karena dapat memicu pendarahan internal dan kerusakan organ vital yang dampaknya tidak selalu langsung terlihat sesaat setelah kejadian. Karena itu, kasus kekerasan menggunakan benda keras seperti botol kaca sering dianggap berbahaya dan berpotensi mengakibatkan kematian apabila mengenai bagian tubuh vital korban.
Pihak kepolisian kemudian melakukan serangkaian penyelidikan dengan memeriksa saksi dan rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian sebelum akhirnya menangkap Woodyrman di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti untuk mendukung proses penyidikan yang saat ini masih berjalan. Pengamat keamanan publik menjelaskan bahwa penggunaan rekaman CCTV menjadi salah satu alat penting dalam pengungkapan kasus kriminal modern karena mampu membantu aparat merekonstruksi kronologi kejadian secara lebih akurat.
Kasus ini menjadi sorotan luas karena melibatkan figur media sosial dan korban warga negara asing sehingga memunculkan perhatian publik baik di Indonesia maupun Brunei Darussalam. Pengamat sosial digital menilai figur publik dan selebgram memiliki pengaruh besar di masyarakat sehingga kasus hukum yang melibatkan mereka sering cepat viral dan mendapat perhatian luas di media sosial. Pihak kepolisian memastikan proses hukum akan dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku sambil terus mendalami motif serta kronologi lengkap kejadian tersebut.