Jakarta, 9 Oktober 2026 –
Marsha Aruan mengungkap kriteria pria yang diharapkannya menjadi pasangan hidup. Aktris berusia 29 tahun tersebut menempatkan kesamaan nilai keimanan sebagai salah satu pertimbangan utama ketika menjalin hubungan serius. Ia menyebut sosok pria idamannya harus merupakan “anak Tuhan”, ungkapan yang digunakannya untuk menggambarkan seseorang yang memiliki kehidupan spiritual dan nilai agama yang kuat. Bagi Marsha, urusan pasangan tidak hanya berkaitan dengan penampilan maupun pencapaian seseorang. Kesamaan prinsip hidup dinilainya lebih penting untuk membangun hubungan jangka panjang.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Marsha memiliki pertimbangan tersendiri dalam memilih pasangan. Ia tidak ingin sekadar menjalani hubungan karena tekanan lingkungan maupun tuntutan untuk segera menikah. Menurut pandangannya, pasangan hidup merupakan keputusan besar yang membutuhkan kecocokan dalam berbagai aspek. Keyakinan dan nilai yang dianut menjadi salah satu fondasi yang dianggap penting. Karena itu, ia memilih tidak terburu-buru menentukan seseorang sebagai pasangan.
Marsha juga memandang karakter sebagai hal yang tidak kalah penting dibandingkan aspek lainnya. Pasangan yang memiliki sikap baik, bertanggung jawab, dan mampu menghargai orang lain menjadi kualitas yang dibutuhkan dalam hubungan. Kehidupan spiritual yang dimaksud pun tidak hanya dilihat dari identitas keagamaan secara formal. Nilai tersebut diharapkan tercermin melalui tindakan dan cara seseorang menjalani kehidupan sehari-hari. Dengan fondasi yang sejalan, hubungan dinilai memiliki arah yang lebih jelas.
Pembicaraan mengenai pasangan memang kerap muncul dalam perjalanan karier Marsha di dunia hiburan. Kehidupan pribadinya beberapa kali menjadi perhatian publik, terutama setelah hubungan asmaranya pada masa lalu diketahui masyarakat. Meski demikian, Marsha kini terlihat lebih berhati-hati ketika berbicara mengenai hubungan pribadi. Ia lebih banyak menekankan proses menjalani kehidupan dan pengembangan diri. Pilihan mengenai pasangan pun ingin dijalaninya berdasarkan kesiapan pribadi.
Bagi Marsha, belum memiliki pasangan bukan sesuatu yang harus dipandang sebagai masalah. Setiap orang mempunyai perjalanan dan waktu yang berbeda dalam menemukan sosok yang dianggap tepat. Ia memilih menggunakan masa tersebut untuk menjalani aktivitas, pekerjaan, dan kehidupan pribadinya dengan nyaman. Pandangan tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa pernikahan bukan keputusan yang ingin diambil hanya karena faktor usia. Kesiapan dan kecocokan tetap menjadi pertimbangan penting.
Karier Marsha sendiri terus berjalan setelah bertahun-tahun berkecimpung di industri hiburan Indonesia. Namanya dikenal melalui berbagai proyek film, serial, dan aktivitas di dunia entertainment. Kesibukan profesional membuatnya tetap memiliki banyak ruang untuk mengembangkan kemampuan dan mengejar berbagai target pribadi. Di tengah aktivitas tersebut, persoalan hubungan tetap ditempatkan sebagai bagian pribadi yang dijalani sesuai waktunya. Ia tidak ingin ekspektasi publik menentukan keputusan penting dalam kehidupannya.
Ungkapan mengenai pasangan yang harus menjadi “anak Tuhan” kemudian menarik perhatian karena memperlihatkan prioritas Marsha dalam memandang hubungan. Pernyataan tersebut merupakan gambaran mengenai preferensi pribadinya dan tidak dimaksudkan sebagai ukuran bagi hubungan orang lain. Setiap individu tentu memiliki kriteria berbeda ketika memilih pasangan hidup. Bagi Marsha, kesamaan keyakinan dan nilai spiritual menjadi salah satu hal yang tidak mudah dikompromikan. Hal itu diharapkan dapat menjadi dasar ketika hubungan berkembang menuju tahap yang lebih serius.
Marsha Aruan pada akhirnya memilih menyerahkan perjalanan asmaranya pada proses yang dianggap tepat tanpa menetapkan tekanan waktu tertentu. Ia tetap terbuka terhadap kemungkinan bertemu pasangan, tetapi tidak ingin mengabaikan prinsip yang selama ini diyakininya. Keimanan, karakter, dan kesamaan nilai menjadi faktor yang lebih diutamakan dibandingkan sekadar status hubungan. Sembari menunggu sosok yang sesuai, Marsha memilih tetap fokus menjalani kehidupan dan kariernya. Baginya, menemukan pasangan yang memiliki arah hidup sejalan lebih penting daripada terburu-buru memasuki hubungan hanya demi memenuhi ekspektasi orang lain.