Toba, 29 September 2026 –
Anggota DPRD Sumatera Utara dari Daerah Pemilihan 9, Makmur Marpaung, menyalurkan 50 unit hand sprayer kepada kelompok tani di Kabupaten Toba, Sumatera Utara. Bantuan alat pertanian tersebut telah dianggarkan melalui APBD Provinsi Sumatera Utara Tahun Anggaran 2026 sebagai bagian dari realisasi aspirasi masyarakat. Penyaluran diarahkan untuk membantu petani memperoleh sarana produksi yang dibutuhkan dalam mengelola lahan. Makmur berharap peralatan tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal oleh kelompok tani penerima.
Penyaluran bantuan dilakukan dalam rangkaian kegiatan reses Makmur di Desa Lumban Silintong, Kecamatan Balige. Dari keseluruhan 50 unit yang disiapkan, dua kelompok tani di desa tersebut menerima 10 unit hand sprayer. Peralatan itu dapat digunakan untuk mendukung pemeliharaan tanaman dan sejumlah pekerjaan pertanian di lahan. Penyerahan bantuan juga menjadi bagian dari upaya menindaklanjuti kebutuhan yang sebelumnya disampaikan masyarakat.
Selain kebutuhan peralatan, para petani menyampaikan persoalan pengairan yang masih menjadi kendala dalam mengelola lahan. Warga mengusulkan perbaikan jaringan irigasi karena pasokan air yang tidak optimal dapat mengganggu aktivitas pertanian. Akses menuju kawasan pertanian dan ketersediaan sarana produksi lainnya turut menjadi perhatian dalam pertemuan tersebut. Makmur menerima sejumlah aspirasi itu untuk diperjuangkan melalui kewenangannya sebagai anggota DPRD Sumatera Utara.
Menurut Makmur, bantuan hand sprayer diharapkan dapat mendukung kegiatan petani sekaligus meningkatkan efisiensi dalam pemeliharaan tanaman. Ia menyampaikan harapan agar sarana yang diberikan benar-benar digunakan untuk kepentingan kelompok tani dan membantu kegiatan produksi. Dampak bantuan terhadap produktivitas nantinya tetap bergantung pada pemanfaatan alat, kondisi lahan, pengairan, ketersediaan pupuk, serta berbagai faktor produksi lainnya. Karena itu, bantuan peralatan merupakan salah satu bagian dari kebutuhan yang lebih luas dalam pengembangan sektor pertanian.
Persoalan irigasi menjadi salah satu hal yang banyak disampaikan dalam kegiatan reses tersebut. Pengairan yang tidak lancar dapat membatasi kemampuan petani dalam mengelola tanaman secara konsisten, terutama ketika curah hujan tidak mencukupi. Warga karena itu berharap peningkatan sarana produksi dapat berjalan beriringan dengan perbaikan infrastruktur pertanian. Aspirasi mengenai akses dan irigasi tersebut menjadi bagian dari masukan yang dihimpun selama kunjungan Makmur ke daerah pemilihannya.
Penyaluran alat pertanian melalui anggaran pemerintah juga membutuhkan pengelolaan yang tepat agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang. Kelompok penerima perlu memastikan penggunaan serta perawatan hand sprayer dilakukan secara bersama dan sesuai kebutuhan. Dengan pengelolaan yang baik, peralatan tersebut dapat digunakan secara bergantian oleh anggota kelompok untuk mendukung aktivitas di lahan masing-masing. Pemanfaatan bantuan secara efektif menjadi salah satu faktor yang menentukan manfaat nyata bagi kegiatan pertanian masyarakat.
Makmur menyatakan dukungan terhadap petani tidak berhenti pada pemberian alat, tetapi juga perlu memperhatikan persoalan infrastruktur dan kebutuhan produksi yang mereka hadapi. Aspirasi mengenai irigasi, akses pertanian, dan sarana pendukung lainnya akan menjadi bagian dari kebutuhan yang perlu ditindaklanjuti melalui mekanisme pemerintahan dan penganggaran. Penyaluran 50 hand sprayer kali ini menjadi salah satu bentuk realisasi aspirasi yang telah dialokasikan melalui APBD Sumatera Utara 2026. Selanjutnya, efektivitas bantuan akan bergantung pada pemanfaatannya oleh kelompok tani serta tindak lanjut terhadap kebutuhan pertanian lain yang disampaikan masyarakat Toba.