Jakarta, 14 Oktober 2026 – Harga bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) Pertamina pada Rabu, 14 Oktober 2026, masih mengacu pada ketentuan harga yang berlaku sejak awal bulan. Untuk wilayah DKI Jakarta, harga Pertalite tetap Rp10.000 per liter, sedangkan Pertamax dijual Rp15.950 per liter. Harga Biosolar bersubsidi juga masih dipertahankan sebesar Rp6.800 per liter. Kebijakan tersebut memberikan kepastian bagi masyarakat yang membutuhkan bahan bakar untuk kegiatan transportasi sehari-hari. Hingga pembaruan harga yang tersedia, belum terdapat perubahan tarif Pertalite maupun Pertamax dibandingkan dengan periode sebelumnya.
PT Pertamina Patra Niaga sebelumnya mengumumkan bahwa harga BBM bersubsidi dan nonsubsidi pada Oktober 2026 tidak mengalami perubahan dibandingkan September. Vice President Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, menjelaskan bahwa keputusan tersebut mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk kondisi masyarakat. Khusus BBM bersubsidi, pemerintah menetapkan harga tetap hingga akhir 2026. Kebijakan ini mencakup Pertalite dan Biosolar yang digunakan oleh masyarakat sesuai ketentuan yang berlaku. Sementara itu, harga BBM nonsubsidi masih dapat dievaluasi berdasarkan perkembangan pasar energi.
Untuk wilayah DKI Jakarta dan sejumlah daerah di Pulau Jawa, harga Pertamax Turbo tercatat sebesar Rp19.600 per liter. Produk Pertamax Green 95 dijual dengan harga Rp19.150 per liter. Sementara itu, Dexlite dipasarkan sebesar Rp23.700 per liter dan Pertamina Dex mencapai Rp25.200 per liter. Perbedaan harga tersebut berkaitan dengan spesifikasi dan karakteristik masing-masing produk bahan bakar. Konsumen dapat memilih jenis BBM sesuai rekomendasi pabrikan kendaraan serta kebutuhan penggunaan sehari-hari.
Harga BBM nonsubsidi tidak selalu sama di seluruh wilayah Indonesia karena terdapat perbedaan komponen biaya dan ketentuan pajak daerah. Di Aceh, Sumatera Utara, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, dan Lampung, harga Pertamax tercatat Rp16.300 per liter. Pertamax Turbo di sejumlah wilayah tersebut dijual Rp20.000 per liter, sedangkan Dexlite mencapai Rp24.200 per liter. Untuk Pertamina Dex, harga yang berlaku tercatat sebesar Rp25.750 per liter. Sementara itu, Pertalite dan Biosolar tetap mengikuti ketentuan harga BBM bersubsidi.
Perbedaan harga juga terlihat di wilayah Sumatera Barat, Riau, dan Kepulauan Riau. Pertamax di kawasan tersebut dipasarkan sebesar Rp16.650 per liter, sementara Pertamax Turbo mencapai Rp20.450 per liter. Harga Dexlite tercatat Rp24.750 per liter dan Pertamina Dex sebesar Rp26.300 per liter. Variasi tersebut menunjukkan bahwa lokasi pembelian menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan ketika masyarakat memeriksa harga BBM. Informasi harga berdasarkan wilayah penting terutama bagi pengendara yang melakukan perjalanan antardaerah.
Penetapan harga BBM nonsubsidi berkaitan dengan sejumlah faktor ekonomi, termasuk perkembangan harga minyak mentah dunia dan nilai tukar rupiah. Perubahan biaya pengadaan serta distribusi energi juga dapat memengaruhi perhitungan harga jual bahan bakar. Meski terdapat tekanan dari dinamika pasar minyak global, Pertamina masih mempertahankan harga sejumlah produk pada periode Oktober 2026. Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral tetap melakukan pemantauan terhadap perkembangan pasar energi. Evaluasi diperlukan untuk menjaga keseimbangan antara keberlanjutan pasokan dan kemampuan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan bahan bakar.
Pertalite menjadi salah satu jenis BBM yang banyak digunakan masyarakat karena memiliki harga lebih rendah dibandingkan produk bensin nonsubsidi. Bahan bakar dengan angka oktan RON 90 tersebut dipasarkan dengan harga Rp10.000 per liter sesuai kebijakan pemerintah. Sementara itu, Pertamax memiliki angka oktan RON 92 dan digunakan pada kendaraan yang membutuhkan spesifikasi bahan bakar lebih tinggi. Perbedaan angka oktan berkaitan dengan kemampuan bahan bakar menahan pembakaran dini di dalam mesin. Pemilik kendaraan dianjurkan mengikuti spesifikasi bahan bakar yang ditetapkan produsen agar performa mesin tetap terjaga.
Stabilnya harga BBM pada pertengahan Oktober memberikan kepastian sementara bagi masyarakat dan pelaku usaha dalam menghitung pengeluaran transportasi. Biaya bahan bakar merupakan salah satu komponen yang memengaruhi aktivitas distribusi barang dan mobilitas masyarakat. Perubahan harga dapat berdampak terhadap perhitungan biaya operasional, terutama pada sektor yang bergantung pada kendaraan bermotor. Oleh karena itu, informasi mengenai penyesuaian harga BBM selalu menjadi perhatian menjelang pergantian bulan. Masyarakat juga perlu membedakan informasi resmi mengenai perubahan harga dengan kabar yang belum dapat dipastikan kebenarannya.
Dengan demikian, harga BBM Pertamina pada Rabu, 14 Oktober 2026, masih menunjukkan kondisi relatif stabil dibandingkan awal bulan. Untuk wilayah Jakarta, Pertalite tetap Rp10.000 per liter, Biosolar Rp6.800 per liter, dan Pertamax Rp15.950 per liter. Produk nonsubsidi lainnya juga masih mengikuti daftar harga yang telah diberlakukan sebelumnya, dengan nominal berbeda di sejumlah daerah. Konsumen disarankan memeriksa daftar harga sesuai wilayah SPBU sebelum melakukan pengisian bahan bakar. Pemantauan perkembangan kebijakan energi tetap diperlukan karena penyesuaian harga BBM nonsubsidi dapat dilakukan mengikuti evaluasi pemerintah dan kondisi pasar.