Jakarta, 17 Mei 2026 – Eddy Soeparno menilai pembangunan ekosistem literasi di Indonesia harus dilakukan melalui langkah nyata dan berkelanjutan, bukan sekadar slogan atau program seremonial semata. Pernyataan tersebut disampaikan di tengah meningkatnya perhatian terhadap kualitas literasi masyarakat, terutama dalam menghadapi derasnya arus informasi digital yang berkembang sangat cepat. Menurutnya, penguatan budaya membaca, kemampuan berpikir kritis, dan akses terhadap pendidikan berkualitas menjadi faktor penting dalam membangun sumber daya manusia yang mampu bersaing di era modern. Literasi juga dinilai tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca dan menulis, tetapi mencakup pemahaman terhadap informasi, teknologi, dan kehidupan sosial secara lebih luas.
Pengamat pendidikan menjelaskan bahwa tantangan literasi di Indonesia kini semakin kompleks karena masyarakat hidup di tengah banjir informasi dari media sosial dan platform digital. Dalam kondisi tersebut, kemampuan memilah informasi yang benar dan memahami konteks menjadi sangat penting agar masyarakat tidak mudah terpengaruh hoaks maupun informasi menyesatkan. Karena itu, literasi modern tidak lagi hanya berfokus pada kebiasaan membaca buku, tetapi juga mencakup literasi digital, literasi media, dan kemampuan berpikir kritis dalam menghadapi perkembangan teknologi informasi.
Menurut pengamat sosial, pembangunan ekosistem literasi membutuhkan keterlibatan banyak pihak mulai dari pemerintah, sekolah, keluarga, komunitas, hingga dunia usaha. Lingkungan yang mendukung budaya membaca dan diskusi dianggap sangat penting untuk membentuk kebiasaan literasi sejak usia dini. Selain itu, pemerataan akses terhadap buku, perpustakaan, internet, dan sarana pendidikan juga menjadi tantangan yang masih dihadapi di berbagai daerah Indonesia. Karena itu, penguatan literasi dinilai harus dilakukan secara menyeluruh dan tidak hanya berpusat di wilayah perkotaan.
Wakil Ketua MPR juga menyinggung pentingnya menghadirkan program nyata yang langsung dirasakan masyarakat dalam meningkatkan budaya literasi. Pengamat kebijakan publik menilai langkah konkret seperti pengembangan perpustakaan modern, pelatihan literasi digital, peningkatan kualitas pendidikan, hingga dukungan terhadap komunitas membaca dapat memberikan dampak jangka panjang bagi masyarakat. Selain meningkatkan kualitas pendidikan, budaya literasi yang kuat juga dianggap penting dalam membangun masyarakat yang lebih kritis, produktif, dan siap menghadapi perubahan global.
Pernyataan mengenai pentingnya membangun ekosistem literasi melalui langkah nyata kini menjadi pengingat bahwa kualitas sumber daya manusia sangat dipengaruhi budaya belajar dan kemampuan memahami informasi. Banyak pihak berharap gerakan literasi di Indonesia dapat terus berkembang dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat secara lebih merata. Di tengah perkembangan teknologi dan arus informasi yang semakin cepat, literasi dinilai akan menjadi salah satu fondasi utama dalam membentuk masyarakat yang cerdas, adaptif, dan berdaya saing di masa depan.