Jakarta, 26 Agustus 2026 – Ikan menjadi salah satu bahan makanan yang sering diberikan kepada kucing karena mengandung protein hewani yang dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan dan pemeliharaan massa otot. Namun, tidak semua jenis ikan maupun cara pengolahannya cocok diberikan kepada kucing. Pemilik perlu memperhatikan kandungan gizi, kondisi ikan, serta metode memasaknya agar makanan tetap aman bagi hewan peliharaan. Beberapa jenis ikan memiliki kandungan protein yang cukup tinggi dan dapat menjadi sumber nutrisi tambahan apabila diberikan dalam jumlah yang sesuai. Lima jenis yang dapat dipertimbangkan antara lain ikan salmon, sarden, tuna, kembung, dan bandeng, dengan catatan penyajiannya harus dilakukan secara tepat dan tidak menggantikan makanan kucing lengkap dalam jangka panjang.
Salmon menjadi salah satu jenis ikan yang cukup populer karena mengandung protein dan lemak yang dibutuhkan tubuh. Ikan ini juga dikenal memiliki kandungan asam lemak omega-3 yang dapat mendukung kesehatan kulit dan bulu apabila diberikan dalam jumlah yang sesuai. Bagi kucing, salmon sebaiknya dimasak terlebih dahulu tanpa tambahan garam, bawang, bumbu pedas, atau bahan lain yang dapat mengganggu sistem pencernaan. Tulang dan duri juga harus dipastikan sudah dipisahkan sebelum diberikan kepada kucing. Salmon dapat disajikan sebagai makanan tambahan dalam porsi kecil, sementara kebutuhan nutrisi utama tetap sebaiknya diperoleh dari makanan kucing yang diformulasikan lengkap dan seimbang.
Sarden juga dapat menjadi pilihan karena memiliki kandungan protein yang cukup tinggi dan mengandung sejumlah lemak sehat. Ikan berukuran kecil seperti sarden umumnya juga memiliki kandungan merkuri yang lebih rendah dibandingkan beberapa ikan predator berukuran besar. Namun, sarden yang diberikan kepada kucing sebaiknya merupakan ikan segar yang dimasak sederhana atau produk yang memang aman untuk hewan peliharaan. Sarden kalengan untuk manusia perlu diperiksa terlebih dahulu karena dapat mengandung garam, minyak, saus, atau bahan tambahan lain yang tidak diperlukan kucing. Apabila diberikan secara sesekali dalam porsi terbatas, sarden dapat menjadi variasi sumber protein tanpa mengganggu pola makan utama kucing.
Tuna juga dikenal sebagai ikan yang kaya protein dan sangat disukai banyak kucing karena aromanya yang kuat. Meski demikian, tuna sebaiknya tidak dijadikan satu-satunya makanan kucing dalam jangka panjang karena tidak memiliki komposisi nutrisi lengkap yang dibutuhkan kucing. Produk tuna untuk manusia juga dapat mengandung garam atau minyak dalam jumlah tertentu sehingga perlu diperhatikan sebelum diberikan. Selain itu, pemberian tuna terlalu sering dapat membuat pola makan kucing menjadi tidak seimbang dan berpotensi meningkatkan paparan merkuri. Karena itu, tuna lebih tepat diberikan sebagai makanan tambahan sesekali dengan porsi yang tidak berlebihan.
Ikan kembung juga dapat menjadi alternatif sumber protein yang mudah ditemukan di Indonesia. Kandungan protein pada ikan tersebut dapat membantu memenuhi kebutuhan zat gizi hewani, sementara lemaknya turut menyediakan energi bagi tubuh. Cara pengolahan menjadi faktor penting karena ikan kembung sebaiknya tidak digoreng dengan banyak minyak atau dimasak menggunakan bumbu yang biasa digunakan untuk makanan manusia. Ikan perlu dimasak hingga matang dan durinya dibersihkan dengan teliti sebelum diberikan. Pemberian ikan kembung dalam jumlah terbatas dapat menjadi variasi menu, terutama apabila kucing sudah terbiasa dengan makanan berbahan ikan.
Bandeng merupakan jenis ikan lain yang dapat dikonsumsi kucing selama dipersiapkan dengan benar. Kandungan proteinnya dapat menjadi tambahan nutrisi, tetapi bandeng memiliki banyak duri halus yang harus diperhatikan. Pemilik perlu memastikan seluruh duri telah dipisahkan agar tidak menyebabkan luka pada mulut, tenggorokan, atau saluran pencernaan. Bandeng sebaiknya diberikan dalam keadaan matang dan tanpa bumbu, saus, garam, maupun bahan tambahan lainnya. Karena proses membersihkan duri membutuhkan ketelitian, sebagian pemilik mungkin memilih jenis ikan yang lebih mudah dipisahkan tulangnya sebagai alternatif.
Meskipun ikan mengandung protein, pemberian ikan saja tidak dapat memenuhi seluruh kebutuhan nutrisi kucing. Kucing membutuhkan sejumlah zat gizi khusus, termasuk taurin, vitamin, mineral, dan asam amino tertentu yang harus tersedia dalam pola makan seimbang. Makanan komersial yang diformulasikan khusus untuk kucing umumnya telah disusun agar kebutuhan tersebut terpenuhi sesuai tahapan usia. Ikan dapat digunakan sebagai variasi atau tambahan, tetapi sebaiknya tidak menggantikan makanan lengkap tanpa pertimbangan nutrisi yang tepat. Pemilik juga perlu menyesuaikan jumlah makanan tambahan dengan ukuran tubuh, usia, tingkat aktivitas, serta kondisi kesehatan masing-masing kucing.
Cara penyajian juga menjadi hal yang tidak kalah penting dalam memberikan ikan kepada kucing. Ikan mentah memiliki risiko membawa bakteri maupun parasit, sedangkan beberapa jenis ikan mentah dapat mengandung enzim yang mengganggu ketersediaan vitamin B1 apabila dikonsumsi berulang dalam jumlah besar. Karena itu, memasak ikan hingga matang menjadi pilihan yang lebih aman bagi kebanyakan kucing. Penggunaan bumbu seperti bawang putih dan bawang bombai juga harus dihindari karena dapat berbahaya bagi kucing. Selain itu, ikan yang sudah dimasak harus segera disimpan dengan baik dan tidak diberikan apabila telah berubah bau, warna, atau kondisi fisiknya.
Pemilik juga perlu memperhatikan reaksi kucing setelah mencoba jenis ikan baru. Beberapa kucing dapat mengalami gangguan pencernaan atau menunjukkan sensitivitas terhadap bahan makanan tertentu. Jika muncul muntah, diare, rasa gatal berlebihan, perubahan nafsu makan, atau gejala lain setelah mengonsumsi ikan, pemberian makanan tersebut sebaiknya dihentikan dan kondisi kucing dipantau. Porsi awal dapat dibuat kecil untuk melihat bagaimana tubuh kucing merespons makanan baru. Dengan cara tersebut, pemilik dapat memberikan variasi makanan tanpa mengabaikan kondisi kesehatan dan kebutuhan nutrisi hewan peliharaan.
Lima jenis ikan seperti salmon, sarden, tuna, kembung, dan bandeng dapat menjadi sumber protein tambahan bagi kucing apabila diberikan dengan pengolahan yang aman. Namun, manfaat tersebut sangat bergantung pada porsi, frekuensi, kualitas ikan, serta cara memasaknya. Ikan tidak seharusnya diberikan sebagai satu-satunya sumber makanan karena kebutuhan nutrisi kucing jauh lebih kompleks daripada sekadar protein. Pemilik juga perlu memastikan ikan bebas tulang dan duri serta tidak mengandung garam, bumbu, minyak berlebihan, maupun bahan yang berisiko bagi kucing. Dengan pola pemberian yang tepat dan makanan utama yang lengkap serta seimbang, ikan dapat menjadi variasi menu yang membantu membuat pola makan kucing lebih beragam tanpa mengorbankan kebutuhan nutrisinya.