Jakarta, 4 Oktober 2026 – Tim Disaster Victim Identification (DVI) mencatat korban yang berhasil teridentifikasi sejauh ini paling banyak berasal dari Jawa Timur. Proses identifikasi terus dilakukan terhadap korban yang telah ditemukan dengan menggunakan berbagai data pembanding. Petugas berupaya memastikan setiap identitas ditetapkan secara akurat sebelum jenazah diserahkan kepada pihak keluarga.
Identifikasi korban dilakukan melalui sejumlah metode yang menjadi bagian dari prosedur DVI. Pemeriksaan dapat memanfaatkan sidik jari, data gigi, DNA, serta informasi medis dan karakteristik lain yang tersedia. Data antemortem dari keluarga kemudian dibandingkan dengan data postmortem yang diperoleh dari pemeriksaan korban.
Dominasi korban teridentifikasi asal Jawa Timur menjadi salah satu catatan dalam perkembangan proses identifikasi. Meski demikian, tim tetap melakukan pemeriksaan terhadap seluruh korban tanpa membedakan daerah asal. Setiap hasil harus melalui proses pencocokan dan verifikasi sebelum identitas seseorang dapat diumumkan secara resmi.
Keterlibatan keluarga memiliki peran penting karena mereka dapat memberikan informasi pembanding yang dibutuhkan petugas. Data mengenai ciri fisik, riwayat medis, dokumen pribadi, maupun sampel biologis keluarga dapat membantu mempercepat proses pencocokan. Kelengkapan informasi menjadi semakin penting apabila kondisi korban membuat identifikasi visual tidak memungkinkan.
Tim DVI juga perlu menjaga ketelitian meskipun keluarga menunggu kepastian mengenai keberadaan kerabat mereka. Kesalahan dalam proses identifikasi harus dihindari karena dapat memberikan dampak besar bagi keluarga korban. Oleh sebab itu, setiap tahapan pemeriksaan dilakukan berdasarkan prosedur yang telah ditetapkan sebelum hasil akhir disampaikan.
Setelah identitas dipastikan, proses selanjutnya adalah koordinasi untuk penyerahan jenazah kepada keluarga. Pendataan yang terstruktur diperlukan agar proses tersebut berjalan tertib sekaligus memastikan setiap korban diserahkan kepada pihak yang tepat. Pendampingan kepada keluarga juga menjadi bagian penting selama proses identifikasi dan pemulangan berlangsung.
Proses DVI akan terus berjalan selama masih terdapat korban yang belum diketahui identitasnya. Petugas berharap dukungan data dari keluarga dapat membantu mempercepat pemeriksaan tanpa mengurangi ketelitian. Dengan proses identifikasi yang sistematis, setiap korban diharapkan dapat segera diketahui identitasnya dan dikembalikan kepada keluarga masing-masing.