Bireuen, 3 Oktober 2026 – Jembatan Teupin Mane di Kabupaten Bireuen, Aceh, akhirnya dibuka secara fungsional setelah dibangun kembali menyusul kerusakan akibat banjir besar pada akhir November 2025. Jembatan rangka baja tersebut mulai dapat digunakan masyarakat pada Jumat (2/10/2026). Infrastruktur ini merupakan bagian penting dari ruas jalan nasional Bireuen-Takengon yang menghubungkan kawasan pesisir dengan dataran tinggi Gayo. Pembukaan jembatan diharapkan memperlancar kembali mobilitas masyarakat dan distribusi logistik antardaerah.
Jembatan Teupin Mane berada di kilometer 11 ruas Bireuen-Takengon, membentang di atas Sungai Peusangan dan menghubungkan kawasan Desa Beunyot dengan Teupin Mane. Jalur tersebut mempunyai posisi strategis karena menjadi akses menuju Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah hingga Aceh Tenggara. Jembatan sebelumnya putus akibat banjir besar pada 26 November 2025 sehingga konektivitas masyarakat sempat terganggu. Pemerintah kemudian memasang jembatan Bailey sebagai penanganan darurat sebelum pembangunan permanen dilakukan.
Pembangunan jembatan permanen dimulai pada akhir Januari 2026 di bawah Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Aceh. Pekerjaan dilaksanakan PT Pembangunan (Persero) Tbk bersama mitra lokal PT Krueng Meuh. Jembatan baru menggunakan struktur rangka baja sepanjang sekitar 160 meter dengan lebar 12 meter. Konstruksinya juga dilengkapi fondasi bored pile serta pengaman oprit menggunakan soldier pile.
Kepala Posko Wilayah Aceh Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi, Safrizal ZA, menyambut pembukaan tersebut sebagai salah satu perkembangan penting dalam pemulihan infrastruktur Aceh. Ia berharap tahapan setelah pembukaan fungsional dapat berjalan tanpa kendala sehingga jembatan segera beroperasi secara penuh. Safrizal juga mengapresiasi keterlibatan Kementerian PU, BPJN Aceh, BUMN pelaksana, kontraktor lokal, Pemerintah Kabupaten Bireuen dan masyarakat setempat. Kolaborasi tersebut dinilai berperan dalam mempercepat pemulihan jalur strategis yang terdampak bencana.
Meski sudah dibuka, penggunaan Jembatan Teupin Mane masih dibatasi. Kendaraan roda dua dan roda empat sudah diperbolehkan melintas, tetapi truk dengan beban berat belum dapat menggunakan jembatan karena masih menunggu pelaksanaan uji beban. Pembatasan tersebut diberlakukan untuk memastikan aspek keselamatan sebelum jembatan digunakan secara penuh oleh berbagai jenis kendaraan. Penyelesaian keseluruhan proyek ditargetkan berlangsung hingga Desember 2026.
Pemulihan Jembatan Teupin Mane menjadi bagian dari program rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur setelah bencana hidrometeorologi melanda Aceh pada penghujung 2025. Sebelumnya, BPJN Aceh juga menangani sejumlah jembatan strategis lain yang mengalami kerusakan, termasuk Jembatan Krueng Tingkeum dan Meureudu. Pemerintah memprioritaskan pemulihan jalur tersebut karena berhubungan langsung dengan mobilitas warga, distribusi kebutuhan pokok serta kegiatan perekonomian. Pada pertengahan September, progres pembangunan Teupin Mane telah mencapai 85,4 persen sebelum akhirnya dapat difungsikan pada awal Oktober.
Beroperasinya kembali Jembatan Teupin Mane memberikan jalur yang lebih memadai bagi masyarakat yang bepergian antara Bireuen dan wilayah dataran tinggi Aceh. Sebelum jembatan permanen selesai, masyarakat dan kendaraan logistik mengandalkan akses darurat yang dibangun setelah banjir. Kini pemerintah masih menyelesaikan tahapan teknis agar jembatan dapat digunakan sepenuhnya, termasuk oleh kendaraan berat. Pembukaan fungsional tersebut menjadi salah satu tonggak pemulihan konektivitas Aceh setelah kerusakan infrastruktur akibat bencana akhir 2025.