Jakarta, 19 Mei 2026 – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mempercepat proses revitalisasi pedestrian di kawasan Jalan Rasuna Said menjelang peringatan Hari Ulang Tahun Jakarta. Proyek penataan trotoar tersebut menjadi bagian dari upaya mempercantik wajah ibu kota sekaligus meningkatkan kenyamanan dan keamanan bagi pejalan kaki di salah satu koridor utama Jakarta. Sejumlah pekerja terlihat melakukan penyempurnaan fasilitas pedestrian, mulai dari perbaikan jalur jalan kaki, pemasangan elemen estetika kota, hingga penataan area hijau di sepanjang kawasan tersebut. Pemerintah daerah menilai revitalisasi ini penting untuk mendukung konsep kota modern yang lebih tertata dan ramah terhadap mobilitas masyarakat. Selain menjadi jalur bisnis dan perkantoran strategis, kawasan Rasuna Said juga dikenal memiliki aktivitas pejalan kaki yang cukup tinggi setiap harinya.
Revitalisasi pedestrian di Rasuna Said disebut tidak hanya berfokus pada perbaikan fisik trotoar, tetapi juga mencakup peningkatan fasilitas pendukung bagi pengguna jalan. Pemerintah daerah disebut menambahkan elemen seperti lampu penerangan, jalur disabilitas, tempat duduk, hingga area penghijauan untuk menciptakan suasana yang lebih nyaman dan aman. Pengamat tata kota menilai penataan pedestrian menjadi bagian penting dalam transformasi Jakarta menuju kota yang lebih berorientasi pada transportasi publik dan mobilitas manusia. Selama ini, sejumlah kawasan di ibu kota dinilai masih terlalu didominasi kendaraan bermotor sehingga ruang bagi pejalan kaki kurang optimal. Oleh sebab itu, revitalisasi trotoar di kawasan strategis seperti Rasuna Said dipandang sebagai langkah penting untuk mendorong budaya berjalan kaki dan penggunaan transportasi umum.
Kawasan Jalan Rasuna Said sendiri merupakan salah satu pusat aktivitas ekonomi dan bisnis utama di Jakarta yang setiap hari dipadati pekerja kantor dan pengguna transportasi umum. Banyak masyarakat yang berjalan kaki dari halte bus maupun stasiun menuju gedung perkantoran di sekitar kawasan tersebut. Sebelum dilakukan revitalisasi, sejumlah bagian trotoar disebut mengalami kerusakan dan belum sepenuhnya nyaman digunakan, terutama pada jam sibuk. Pengamat transportasi perkotaan menjelaskan bahwa kualitas pedestrian sangat memengaruhi kenyamanan masyarakat dalam menggunakan transportasi publik. Trotoar yang aman dan nyaman dinilai dapat mendorong masyarakat mengurangi penggunaan kendaraan pribadi sehingga membantu mengurangi kemacetan dan polusi udara di perkotaan.
Percepatan proyek revitalisasi menjelang HUT Jakarta juga disebut menjadi bagian dari persiapan pemerintah daerah untuk memperlihatkan perkembangan penataan kota kepada masyarakat. Selain kawasan Rasuna Said, sejumlah titik lain di ibu kota juga tengah mengalami pembenahan fasilitas publik dan ruang terbuka. Pengamat pembangunan perkotaan menilai peringatan ulang tahun kota sering dimanfaatkan pemerintah daerah sebagai momentum untuk mempercepat proyek penataan infrastruktur dan pelayanan publik. Namun mereka juga mengingatkan pentingnya menjaga kualitas pembangunan agar proyek tidak hanya mengejar target waktu, tetapi benar-benar memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat. Oleh sebab itu, aspek kenyamanan, keamanan, dan keberlanjutan dinilai harus tetap menjadi prioritas utama dalam revitalisasi kawasan pedestrian.
Di tengah meningkatnya perhatian terhadap kualitas ruang publik perkotaan, revitalisasi pedestrian Rasuna Said dipandang sebagai langkah penting dalam membangun Jakarta yang lebih modern dan manusiawi. Banyak warga berharap penataan trotoar seperti ini tidak hanya dilakukan di kawasan pusat bisnis, tetapi juga diperluas ke berbagai wilayah lain di ibu kota. Pengamat tata kota menilai keberadaan pedestrian yang baik bukan sekadar elemen estetika, tetapi juga bagian dari hak masyarakat untuk mendapatkan ruang publik yang aman dan nyaman. Dengan percepatan revitalisasi menjelang HUT Jakarta, pemerintah daerah diharapkan mampu menghadirkan wajah kota yang lebih tertata, ramah lingkungan, dan mendukung mobilitas masyarakat secara lebih berkelanjutan.